Bandung – Berada tepat di kaki Gunung Tangkuban Perahu, masyarakat di Kampung Cikawari, Desa Wangunharja Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dulunya mengalami kesulitan dalam mengakses layanan perbankan.
Sedangkan kantor bank terdekat berjarak 4 Kilometer, sehingga masyarakat membutuhkan waktu dan biaya transportasi tambahan apabila ingin ke bank. Namun kini, hal tersebut telah berubah semenjak kehadiran Agen BRILink “Baso Boom” di tahun 2016.
Warna bernama Nardi (41), pemilik “Baso Boom” mengungkapkan, dirinya tertarik menjadi Agen BRILink karena ingin membantu dan memudahkan masyarakat sekitar.
“Karena kantor BRI terdekat dari kampung sini berjarak lumayan cukup jauh, maka saya memutuskan menjadi Agen BRILink dan Alhamdulillah 4 tahun berjalan sangat membantu warga sekitar,” imbuhnya melalui keterangan resminya di Jakarta, Minggu 15 Maret 2020.
Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, sosok Nardi adalah salah satu contoh keberhasilan peran Agen BRILink yang terdepan dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia dengan menjangkau daerah pelosok dengan strategi go smaller, go shorter and go faster.
“Agen BRILink merupakan salah satu contoh transformasi yang tengah dilakukan oleh BRI. Kami sedang mentransformasi jaringan kantor dari semula cabang berubah menjadi masyarakat itu sendiri,” kata Sunarso.
Setiap hari, Nardi melayani tak kurang dari 100 transaksi perbankan dengan fitur yang sering digunakan yakni transfer, setor tunai dan pembayaran cicilan pinjaman. Volume transaksinya pun mencapai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar per bulan. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More