Teknologi

AFTECH dan Privy Soroti Pentingnya Masyarakat Jaga Kemananan Identitas

Jakarta – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Privy menyoroti pentingnya menjaga keamanan identitas di era serba digital ini. Salah satunya, data pribadi menjadi aset beharga yang perlu dilindungi dari kejahatan siber yang semakin marak dan canggih.

Wakil Ketua Umum III AFTECH, Anggie Ariningsih, menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dan juga keamanan dalam bertransaksi digital. Menurutnya, dengan meningkatnya adopsi transaksi digital di Indonesia, isu perlindungan data pribadi semakin menjadi sorotan.

Tanda tangan elektronik (TTE), sebagai salah satu elemen penting dalam proses digitalisasi dokumen dan perjanjian, kini menjadi fokus utama dalam menjaga keamanan dan integritas informasi pribadi masyarakat.

Baca juga: Jangan Sampai Bocor! Berikut Tips Jaga Data Privasi di Era Digital

“Sebagai asosiasi, edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha tentang pentingnya keamanan data dalam setiap transaksi digital juga terus digencarkan oleh AFTECH agar masyarakat semakin peka dan pandai dalam menjaga informasi data pribadinya,” ujar Anggie dalam Media Clinic dan KOL Gathering, Kamis, 15 Mei 2025.

CEO Privy, Marshall Pribadi menegaskan pentingnya kepercayaan digital sebagai fondasi dari setiap transaksi elektronik. Privy berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur digital terpercaya yang tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga mampu menjawab tantangan keamanan siber yang semakin kompleks-bukan hanya untuk korporasi, namun juga untuk setiap individu.

Dengan lebih dari 53 juta pengguna individu dan dipercaya lebih dari 4.700 perusahaan, layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik dari Privy telah tersertifikasi dan berinduk ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, serta diakui secara sah dalam sistem hukum Indonesia.

“Kini lewat Privy Personal Plan, kami menghadirkan solusi yang memungkinkan setiap individu memiliki kontrol atas identitas digitalnya, melakukan transaksi dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi dan sah secara hukum, serta menvimpan dokumen penting dengan aman. Ini adalah langkah konkret dalam mendorong literasi keamanan digital di level individu,” jelas Marshall.

Baca juga: Grab Indonesia Tegaskan Tidak Merger dengan GoTo, Ini Alasannya

Sementara, Director of Marketing, Communication, & Community Development AFTECH, Abynprima Rizki menyebutkan bahwa meningkatnya kejahatan siber terutama pemalsuan identitas, menjadi peran bersama untuk terus meningkatkan dan gencar mengedukasi literasi digital tentang keamanan data pribadi dan mendorong masyarakat untuk menggunakan TTE (Tanda Tangan Elektronik) yang sudah tersertifikasi.

“AFTECH juga berperan untuk terus menguatkan standarisasi, mendorong compliance anggota AFTECH terhadap UU PDP No 27 tahun 2022 dan juga regulasi e-KYC dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” imbuh Abynprima. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

1 hour ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

21 hours ago