Nasional

AFTECH dan BSSN Berkolaborasi Perkuat Standar Keamanan Fintech

Poin Penting

  • AFTECH dan BSSN meneken Nota Kesepahaman untuk memperkuat ketahanan dan kapasitas keamanan siber industri fintech secara terpadu, berkelanjutan, dan selaras dengan standar nasional.
  • Keamanan siber ditegaskan sebagai prasyarat utama inovasi fintech, guna menjaga tata kelola yang baik dan kepercayaan publik di tengah meningkatnya risiko kejahatan digital.
  • AFTECH meluncurkan Pedoman Keamanan Siber sebagai panduan teknis implementatif bagi anggota, sekaligus tindak lanjut Kode Etik Terintegrasi AFTECH 2025

Jakarta – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menandatangani nota kesepahaman tentang Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dan Sandi Penyelenggara Teknologi Finansial.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan siber industri fintech Indonesia melalui pola kerja yang terpadu, terarah, dan berkelanjutan, seiring meningkatnya risiko kejahatan digital di sektor keuangan.

Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini mencerminkan komitmen industri fintech dalam memperkuat tata kelola dan menjaga kepercayaan publik.

Menurutnya, keamanan siber telah menjadi prasyarat utama bagi keberlanjutan inovasi keuangan digital. Melalui kerja sama strategis dengan BSSN, pihaknya ingin memastikan anggota memiliki kapasitas keamanan siber yang selaras dengan standar nasional.

“Ini merupakan langkah konkret untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan inovasi fintech tumbuh secara bertanggung jawab,” jelasnya, dikutip Rabu, 17 Desember 2025.

Baca juga: Jalin dan AFTECH Perkuat Pertahanan Siber Lewat Pembentukan FDC

Penandatanganan nota kesepahaman ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Pedoman Keamanan Siber AFTECH, yang mengatur secara teknis berbagai aspek keamanan siber, mulai dari pencegahan, deteksi, respons, hingga penanganan insiden internal.

Peluncuran panduan teknis tersebut merupakan tindak lanjut dari pengesahan Kode Etik Terintegrasi AFTECH 2025, di mana keamanan siber ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh prinsip utama.

Dengan demikian, pedoman ini berfungsi sebagai pedoman implementatif bagi anggota AFTECH untuk menerjemahkan prinsip kode etik ke dalam praktik operasional yang konkret dan terukur.

Sementara, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Nugroho Sulistyo Budi, menyampaikan bahwa nota kesepahaman dengan AFTECH merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BSSN membangun kolaborasi di seluruh lapisan ekosistem keuangan digital.

Baca juga: Kolaborasi AFTECH dan AMVESINDO Perkuat Kompetensi Profesional Teknologi Keuangan

Setelah sebelumnya bekerja sama dengan OJK, PPATK, pelaku industri, hingga pemerintah daerah, kolaborasi dengan AFTECH dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan siber sektor fintech. 

“Keamanan siber tidak bisa dikerjakan sendiri. Kolaborasi lintas otoritas dan industri adalah kunci agar sistem keuangan nasional terlindungi dari ancaman siber, termasuk scam dan kejahatan digital berbasis teknologi,” tegas Nugroho.

Lanjutnya, berlaku selama lima tahun, Nota Kesepahaman ini menjadi landasan kolaborasi AFTECH dan BSSN dalam berbagai aspek penguatan keamanan siber, meliputi penyusunan kebijakan dan standar keamanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan pengamanan infrastruktur informasi, penanganan insiden siber, kampanye dan literasi keamanan siber, serta pertukaran data dan informasi terkait ancaman siber.

“Ke depan, AFTECH dan BSSN berkomitmen mengembangkan program lanjutan seperti pelatihan, sertifikasi, dan simulasi penanganan insiden, guna memperkuat daya tahan ekosistem fintech Indonesia,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Bank Muamalat Siap Uang Tunai Senilai Rp.879 miliar

Bank Indonesia bekerjasama dengan Perbankan menyediakan Penukaran uang baru untuk Lebaran 2026 di Basket Hall… Read More

10 mins ago

BCA Lakukan Buyback Saham Rp5 Triliun, Ini Tujuannya

Poin Penting RUPST BCA menyetujui pembelian kembali saham maksimal Rp5 triliun. Program buyback akan dilaksanakan… Read More

17 mins ago

RUPST BCA Angkat David Formula jadi Direktur, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Poin Penting RUPST BCA mengangkat David Formula sebagai Direktur setelah lolos fit and proper test… Read More

34 mins ago

RUPST BCA Tetapkan Susunan Direksi Baru, David Formula Masuk Jajaran Direktur

Poin Penting RUPST BCA mengangkat David Formula sebagai Direktur Perseroan. Masa jabatan sejumlah anggota komisaris… Read More

1 hour ago

Laba MR.DIY Indonesia Tumbuh 16,2 Persen jadi Rp338,6 Miliar pada 2025

Poin Penting MR.DIY Indonesia membukukan laba bersih Rp338,6 miliar pada 2025, dengan pendapatan naik 16,7%… Read More

1 hour ago

IHSG Berbalik Ditutup Merah ke Level 7.362, Sektor Siklikal Anjlok Lebih dari 2 Persen

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,37% ke level 7.362 pada perdagangan 12 Maret 2026. Mayoritas… Read More

2 hours ago