Jakarta– Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengaku akan menurunkan batas bunga pinjaman maksimal yang akan dituangkan dalam Kode Etik Aftech yang segera diluncurkan pada tahun ini.
Wakil Ketua Umum AFTECH yang juga adalah CEO lnvestree, Adrian Gunadi menilai, penurunan atas bunga tersebut guna menanggapi pernyataan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso yang menilai bunga layanan pembiayaan langsung atau Peer to Peer Lending (P2P) terlalu tinggi.
“Tentu kedepan kita akan menurunkan batas bunga bila diperlukan, dimana acuan yang dipakai ialah melihat bunga Kredit Tanpa Agunan di Bank, bunga kredit multifinance, bunga di Bank Perkreditan Rakyat dan juga bank kelompok BUKU I dan II,” jelas Adrian Gunadi di Centennial Tower Jakarta, Selasa 6 Maret 2018.
Baca juga: Dianggap Rentenir Digital, Ini Jawaban AFTECH
Adrian menambahkan, penyusunan kode etik tersebut diharap dapat rampung pada awal April 2018. Dirinya juga mengaku tidak khawatir bila mana terjadi penurunan pemberi pinjaman pada fintech.
“Banyak pemilik dana juga yang menginginkan return di atas 15 persen meski sebagian juga ada yang lebih rendah. Dengan risiko yang terjaga, seharusnya pemilik dana mau menurunkan target return, sehingga bunga kredit bisa turun,” tukas Adrian. (*)
Jakarta - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan… Read More
Jakarta - Mulai 2025, pemerintah memberikan layanan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up gratis untuk masyarakat… Read More
Jakarta – Tim penyidik dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) gagal menahan Presiden Korea… Read More
Jakarta – Upah Minimun Provinsi (UMP) resmi diberlakukan oleh pemerintah pada 1 Januari 2025 dengan… Read More
Jakarta - Pemerintah menargetkan investasi senilai Rp13.032 triliun pada periode 2025-2029. Target ini sebagai upaya… Read More
Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam rapat kerja tersebut memberikan sambutan dan arahan. Direktur… Read More