News Update

AFPI Siapkan Pusat Aduan Bagi Nasabah Fintech P2P

Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI) akan segera memiliki pusat aduan (call center) bagi nasabah fintech peer to peer P2P. Pusat aduan tersebut rencananya akan dioperasikan awal 2019.

Demikian dikatakan Ketua AFPI Adrian Gunadi dalam diskusi yang digelar Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) di Satrio Tower, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018. Pusat aduan menjadi upaya AFPI yang beranggotkan 73 fintech P2P lending mendata dan menindaklanjuti masalah atau aduan nasabah yang tengah disorot belakangan ini.

AFPI juga akan melakukan pengawasan lewat data center. Data soal pengaduan akan terekam di pusat data. Ini juga menjadi salah satu cara agar anggota asosiasi menjalankan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance).

Baca juga: Capai Target Inklusi Keuangan, BI Dorong Pemanfaatan Fintech Syariah

“Kami monitor dengan data. Misalnya soal dugaan ada pelanggaran, ada datanya tidak? Kalau kita bicara ada pelanggaran, ada datanya tidak. Mana yang melakukan praktik di luar kode etik (code of conduct) nanti akan terlihat. Misalnya ada yang mengenakan bunga di atas ketentuan,” lanjut Adrian.

Terkait banyaknya aduan masyarakat seperti yang diungkap oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Adrian mengaku pihaknya terus berupaya berkomunikasi dengan seluruh stakeholder, termasuk LBH Jakarta. AFPI sudah dua kali mengundang LBH Jakarta untuk melakukan sinkronisasi data. Namun LBH Jakarta belum memenuhi undangan tersebut.

LBH Jakarta sebelumnya mengaku telah menerima 1.330 pengaduan masyarakat terkait layanan fintech P2P lending. Sebanyak 89 fintech P2P diduga melakukan pelanggaran, di mana 25 di antaranya adalah fintech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Ari A)

Risca Vilana

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

1 hour ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

7 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago