Keuangan

AFPI Dorong Bank Himbara Salurkan Rp200 Triliun SAL ke Fintech Pindar

Poin Penting

  • AFPI berharap bank Himbara menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun SAL ke industri pinjaman daring (pindar) untuk menjangkau nasabah unbankable.
  • Saat ini, kontribusi perbankan sebagai lender di pindar sudah 70%, namun mayoritas berasal dari bank digital, belum optimal dari bank Himbara.
  • Pindar berpotensi jadi saluran distribusi bagi bank milik pemerintah, memanfaatkan credit scoring inovatif dan digitalisasi untuk perluas jangkauan nasabah.

Jakarta – Beberapa waktu lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengguyur bank-bank pelat merah dengan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan likuiditas perbankan.

Di tengah guyuran likuiditas tersebut, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berharap bisa menyerap sebagian dana tersebut, dan menyalurkannya ke nasabah unbankable.

Kuseryansyah, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI, menyebut, sejatinya, banyak pelaku pinjaman daring (pindar) yang sudah bekerja sama dengan perbankan. Bahkan, portofolio lender pindar mayoritas sudah diisi oleh perbankan.

“Berdasarkan publikasi OJK kontribusi perbankan dalam kapasitas sebagai lender di industri ini sudah mencapai 70 persen. Jadi, yang kita salurkan sekarang sebenarnya uang perbankan,” katanya di acara Paparan Riset Industri Pindar & Buka, Rabu, 4 Maret 2026.

Baca juga: Industri Pindar Mulai Pegang Peran Penting Perekonomian Indonesia, Ini Buktinya

Namun begitu, menurut pria yang akrab disapa Kus ini, mayoritas bank yang berkolaborasi dengan fintech lending itu merupakan bank digital. Ia mengaku, belum banyak pindar yang bekerja sama dengan bank-bank himbara yang notabene menerima dana SAL ini.

Ke depan, AFPI berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan lebih banyak pelaku perbankan, khususnya bank-bank Himbara. Kus berharap, bank milik BUMN ini bersedia menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun melalui skema channeling dengan fintech lending.

“Kami punya PR untuk meningkatkan sinergi perbankan. Sekarang sebenarnya (lender) 70 persen itu not bad, sudah sangat baik sebenarnya. Cuma, ada ruang untuk memperbesar itu kalau kita juga nanti bisa bekerja sama dengan bank-bank pemerintah,” tegasnya.

Baca juga: OJK: Ramadan Jadi Pendorong Pembiayaan Pindar

Mendukung pernyataan Kus, Hanif Gusman, Senior Analyst Katadata Insight Center, menjelaskan kalau bank-bank milik pemerintah bisa mendapat keuntungan jika mencoba opsi channeling melalui pelaku pindar.

“Menurut kami, pindar berpeluang sebagai saluran distribusi. Karena kita tahu pindar menggunakan innovative credit scoring, sehingga mampu menyalurkan kredit lebih fleksibel dibandingkan perbankan,” jelas Hanif.

Ia menambahkan, perbankan yang kesulitan mengakses nasabah karena hambatan geografis, bisa memanfaatkan bantuan pindar yang secara operasional, sudah terdigitalisasi. Hal ini dinilai akan membantu bank menjangkau konsumen dan meningkatkan penyerapan kredit. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Purbaya Suntik Lagi Dana Rp100 Triliun ke Perbankan, Begini Kata OJK

Poin Penting OJK mendukung penempatan dana pemerintah Rp100 triliun karena membantu likuiditas perbankan dan menekan… Read More

57 seconds ago

Puncak Mudik 2026: Konsumsi Pertamax Melonjak 11,8 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting Konsumsi Pertamax meningkat 11,8% pada H-1 Lebaran 2026 seiring lonjakan mobilitas mudik. BBM… Read More

46 mins ago

Purbaya Buka Suara soal Perpanjangan Batas Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Poin Penting Pemerintah berencana memperpanjang batas pelaporan SPT Tahunan WP orang pribadi hingga akhir April… Read More

3 hours ago

Jurus BPJS Ketenagakerjaan Kejar Target 63,3 Juta Peserta di 2026

Poin Penting Target 63,3 juta pekerja terlindungi pada 2026, dicapai melalui strategi 3C: Coverage, Care,… Read More

3 hours ago

Juda Agung dan Thomas Djiwandono Dilantik jadi Ex-officio OJK

Poin Penting Juda Agung dan Thomas A.M. Djiwandono resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK… Read More

4 hours ago

Kemenkop Luruskan Isu Bentrokan Desa yang Dikaitkan Kopdes Merah Putih

Poin Penting Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan pembangunan Kopdes Merah Putih hanya di lahan bebas… Read More

4 hours ago