Konferensi Pers Peluncuran AEON Biznet Card
Jakarta – AEON Credit Service Indonesia (AEON) menilai transaksi buy now pay later (BNPL) atau paylater yang sedang tren di kalangan masyarakat bukan menjadi persaingan dalam bisnis kartu kredit.
AEON Credit Sales Department Head Atikah Nur Fajriah mengatakan paylater merupakan tambahan solusi pembayaran bagi pelanggan untuk bertransaksi.
“Kompetensi di paylater kita tahu sekarang kan trennya, tren paylater ya, dan sebenarnya paylater ini kalau dari kartu kredit kita menganggapnya sebagai tambahan solusi pembayaran buat pelanggan,” kata Atikah dalam Konferensi Pers Peluncuran AEON Biznet Card, Kamis 12 Desember 2024.
Atikah menjelaskan, meski tren paylater tumbuh signifikan, namun pertumbuhan kartu kredit juga masih tumbuh positif.
Baca juga: Biznet dan AEON Luncurkan Kartu Kredit Co-Branding, Apa Keunggulannya?
Baca juga: Fintech Flip Group Rambah Bisnis Paylater
“Jadi makanya kalaupun di tengah tren paylater yang sedang ramai, pertumbuhan kartu kredit itu masih tumbuh positif, karena memang segmen produknya berbeda,” jelasnya.
Sementara, JCB Issuing Business Division Head Puti Bungsu menambahkan bahwa pasar dari kartu kredit memang berbeda dari paylater. Segmen yang disasar oleh kartu kredit merupakan masyarakat yang sudah matang secara finansial. Sedangkan, pengguna paylater lebih ke masyarakat yang memutuhkan pendanaan untuk konsumtif.
“Dari segmennya memang sangat berbeda dari kartu kredit. Sebenarnya kita ingin capai itu mereka yang lebih financial mature dan mereka yang lebih ingin menikmati fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh kartu kredit, sedangkan paylater itu mungkin segmennya yang lebih membutuhkan dana,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More