News Update

AEI: Sebaran Investor Domestik Perlu Ditingkatkan

Jakarta – Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Samsul Hidayat menilai, sebaran investor domestik masih belum merata dan perlu ditingkatkan. Samsul menyatakan, belum meratanya partisipasi investor domestik membuat pendalaman pasar belum maksimal.

Samsul menjelaskan, berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 28 Desember 2020 sebesar 71,84% investor berada pada wilayah pulau Jawa. Hal tersebut berbanding terbalik dengan wilayah Maluku dan Papua yang jumlah investornya hanya 0,97% dibandingkan jumlah nasional.

“Saya kira perlu kita lebarkan bahwa partisipasi seluruh warga Indonesia untuk menjadi investor di pasar modal. Perlu kita tingkatkan agar makin dalam market kita,” kata Samsul pada acara diskusi virtual InfobankTalkNews Media Discussion dengan tema “Peran Investor Institusi Lokal Dalam Rangka Pendalaman Finansial Instrumen Saham & Surat Berharga Negara”, Rabu 10 Maret 2021.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan investor asing, persentasi nilai perdagangan investor domestik masih dinilai cukup tinggi dibandingkan investor asing. Samsul menjabarkan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga awal Maret 2021 kontribusi investor domestik masih 81,08% sementara investor asing hanya 18,92%.

“Data yang saya dapatkan dari OJK menyatakan bahwa terjadi peningkatan dari kontribhsi investor lokal dimana dulu perbandingannya 40%-60% asing. Sementara akhir-akhir ini presentase terjadi peningkatan investor domestik,” pungkas Samsul. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

5 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

6 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

7 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

7 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

8 hours ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

8 hours ago