Categories: Analisis

Adu Balap Market Leader Unit Link: Asuransi Simas Jiwa Salip Prudential

Jakarta – Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI), khususnya unit link tengah menjadi sorotan. Ratusan nasabah terus berupaya menuntut uang preminya dikembalikan. Di tengah berbagai polemik, pendapatan premi unit link tetap tumbuh positif. Lebih dari separuh pendapatan premi industri asuransi jiwa bersumber dari produk unit link.

Melansir data Biro Riset Infobank (birl), per September 2021, kontribusi unit link mencapai 68,48% terhadap total pendapatan premi bruto industri asuransi jiwa yang sebesar Rp136,26 triliun. Porsinya meningkat dari 2019 dan 2020 yang masing-masing 48,02% dan 49,33%.

Lalu siapa saja penguasa atau market leader produk unit link di Indonesia? Data birl menunjukkan, pada 2020, Asuransi Simas Jiwa menjadi market leader unit link. Pendapatan premi unit linknya mencapai Rp20,17 triliun, atau tumbuh 21,19% year on year (yoy). Pendapatan premi unit link tersebut membuat Asuransi Simas Jiwa menggenggam market share 23,78% terhadap total premi unit link industri asuransi jiwa yang mencapai Rp84,82 triliun.

Pencapaian itu juga membawa Asuransi Simas Jiwa menyalip Prudential Life Assurance yang di tahun-tahun sebelumnya kokoh sebagai penguasa unit link. Tahun 2020, pendapatan premi unit link Prudential tercatat Rp16,73 triliun, tumbuh minus 9,50% secara tahunan.

Di peringkat ketiga ada Asuransi Allianz Life Indonesia yang pendapatan premi unit linknya memelesat 48,01%, dari Rp6,90 triliun menjadi Rp10,21 triliun. Lalu ada AXA Mandiri Financial Services dengan catatatan pendapatan premi unit link sebesar Rp9,05 triliun, meningkat 29,78%. Selanjutnya, menggenapi posisi 5 besar, ada Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dengan pendapatan premi unit link Rp4,67 triliun, atau naik 11,41% dalam setahun.

Adapun dari total 32 perusahaan asuransi jiwa yang menawarkan produk unit link, total pendapatan premi unit link-nya pada 2020 lalu mencapai Rp84,82 triliun. Angka tersebut naik tipis, 3,57% ketimbang tahun 2019 sebesar Rp81,89 triliun.

Siapa saja pemain unit link di industri asuransi Tanah Air? Bagaimana kinerja keuangannya? Simak laporan selengkapnya mengenai “Gonjang-Ganjing Unit link” di Majalah Infobank No. 525, edisi Januari 2022. (*) Ari Astriawan

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

5 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

6 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

9 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

12 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

17 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

17 hours ago