Sepanjang 2018, Pembiayan Baru Adira Finance Tumbuh 17%
Jakarta -PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) menggandeng Alfamart, Alfamidi, serta DAN+DAN melakukan penerimaan fasilitas pengajuan kredit pembiayaan produk Adira Finance di gerai Alfamart, Alfamidi serta DAN+DAN. Dalam tahap awal, kedua belah pihak akan melakukan uji coba di 25 gerai daerah Jabodetabek dan Bandung, selanjutnya Adira Finance berharap channel distribusi barunya itu akan bisa dilakukan di 1000-5000 gerai.
“Kerjasama ini intinya buat Adira untuk menambah jalur distribusi,” kata Presiden Direktur Adira Finance Willy Suwandi Dharma di Jakarta, Jumat 29 April 2016. Willy mengatakan, tambahan jalur distribusi tersebut diharapkan menyumbang kurang lebih Rp100 miliar pembiayaan baru bagi Adira. Artinya sekitar 0,28% dari target pembiayaan baru Adira yang dipatok Rp35-36 triliun tahun ini.
Willy mengatakan dengan kerjasama tersebut channel distribusi Adira akan bertambah dari yang sudah ada saat ini yaitu 9.000 dealer, 600 outlet Adira, dan agen lepas sekitar 7.000 agen. Masyarakat dapat melakukan pengajuan kredit produk-produk pembiayaan Adira antara lain pembiayaan gadget, elektronik, perlengkapan rumah tangga, motor baru, dan pembiayaan multiguna.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Hans Haris Chandra mengatakan pilot project di 25 gerai tersebut sudah dilakukan sejak April ini, nantinya Alfa dan Adira juga akan mengembangkan instant approval dalam pengajuan pembiayaan melalui Alfa Grup.
“Nanti instant approval jadi dari aplikasi sudah ada scoringnya, langsung ada jawaban ya atau tidak, tapi kita lihat dulu di piloting ini,” tambahnya. Kerjasama dengan Adira juga menurutnya akan menambah traffic transaksi di Alfamart dan diharapkan menambah basis konsumen dan penjualan di Alfamart, Alfamidi, serta DAN+DAN.(*)
Editor : Apriyani K
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More