Astra Financial Raup Rp1 Triliun Aplikasi Pembiayaan di GIIAS 2018
Jakarta– PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) pada 2015 lalu berhasil membukukan laba bersih Rp655 miliar, angka itu turun 16,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp792 miliar.
Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila mengatakan, perolehan laba tahun lalu turun karena penyaluran pembiayaan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu kenaikan biaya dana juga diakui menyebabkan penurunan margin Perseroan lantaran suku bunga pasar juga mengalami kenaikan.
Tahun ini, Perseroan akan menggenjot labanya dengan beberapa strategi yaitu menekan cost of fund, penurunan cost of credit dan mengontrol biaya operasional, meskipun diakuinya mengelola biaya operasional bakal sulit di tengah kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) yang diperkirakan bakal naik 12-13% tahun ini.
“Kita bisa hampir Rp2 triliun sendiri karena kenaikan UMR itu,” kata Dewa di Jakarta, Kamis 11 Februari 2016.
Made mengatakan tahun lalu, melalui strategi diversifikasi pendanaan yang diterapkan untuk memperoleh cost of fund yang optimal, hingga akhir 2015 porsi pembiayaan bisa mencapai 44% dari piutang pembiayaan yang dikelola atau setara Rp20,4 triliun. Posisi tersebut naik dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 41%. Kebutuhan pendanaan selebihnya terpenuhi dari pinjaman perbankan, baik dalam maupun luar negeri, obligasi dan sukuk mudharabah yang sejumlah Rp21,3 triliun hingga akhir tahun lalu. Dengan demikian, gearing ratio terjaga sebesar 4,9 kali masih jauh dari ketentuan yang sebesar 10 kali. (*) Ria Martati
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More