Jakarta–Adira Insurance menyambut baik rencana OJK mengeluarkan izin asuransi agar dapat memiliki pendapatan berbasis komisi (fee based income). Meski begitu, Adira Insurance mengaku mesti mempersiapkan banyak hal.
“Bagus karena membuka kesempatan bagi kita mendapatkan sumber pendapatan lain. Namun, kita perlu mempersiapkan banyak hal,” sebut Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna di tengah Media Gathering di Kepulauan Seribu, akhir pekan lalu.
Menurut Indra, bagi perusahaan asuransi, mendapatkan fee based income bisa saja dilakukan. Hal ini sudah terjadi di luar negeri. Namun, menurut Indra, salah satu hal yang dipersiapkan adalah mengenai kesiapan tenaga pemasar mereka. Khususnya karena salah satu sumber fee based income tersebut berasal dari menjual produk-produk lembaga keuangan.
“Manfaat dan tujuan produk tersebut mereka (tenaga pemasar) harus paham,” tambahnya.
Deputi Komisioner Pengawas Nonbank II OJK Dumoly Pardede menyebut saat ini pihaknya sedang berdiskusi dengan industri asuransi Tanah Air untuk membentuk POJK terkait fee based income. Regulator menargetkan di tahun ini, aturan tersebut sudah bisa keluar.
“Nanti asuransi bisa membeli produk keuangan dari lembaga keuangan lain seperti perbankan dan sebagainya,” jelas dia. (*) Gina Maftuhah
Editor: Paulus Yoga
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More