Adira Finace : Hut ke-25. (Foto: Dok. Infobank).
Jakarta–PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan 10-15% tahun ini. Hingga akhir Desember 2015, Perseroan mengantongi Rp30,5 triliun pembiayaan baru (new booking). Artinya tahun ini, Adira Finance menargetkan pembiayaan baru Rp33,5 triliun hingga Rp35 triliun.
Direktur Keuangan Adira Finance I Made Dewa Susila mengatakan tahun ini Perseroan mematok target pertumbuhan tinggi meski outlook penjualan otomotif tahun ini diperkirakan tak jauh berbeda dengan tahun lalu.
“Tahun ini, kita target pertumbuhan 10-15%, karena estimasi industrinya penjualan kendaraan bermotor cuma tumbuh 5%, itu estimasi Aisi dan Gaikindo. Kita udah lama gak tumbuh, kita ingin tumbuh lebih tinggi dari market,” kata Made saat ditemui di Jakarta, Selasa 5 Januari 2015.
Selain fokus di pembiayaan kendaraan bermotor, menurutnya tahun ini Perseroan juga mulai melakukan diversifikasi usaha. Perseroan tahun lalu telah mencoba pembiayaan durable goods, dan tahun ini akan menyusul produk-produk baru lainnya.
Sementara untuk pendanaan, tahun ini Adira Finance juga akan kembali menerbitkan sisa jatah obligasinya pada kuartal pertama tahun ini. Seperti diketahui tahun lalu, Perseroan menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) senilai Rp8 triliun dan baru diterbitkan dengan nilai total Rp3 triliun termasuk sukuk. Namun, Made mengaku Perseroan masih akan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan dana.
“Kita masih bisa pakai PUB tahun lalu, masih banyak yang bisa dipakai, kita akan masuk pasar segera. Kuartal I lah mungkin Maret,” tandasnya.(*) Ria Martati
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More
Poin Penting Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai wacana pemotongan gaji pejabat yang… Read More
Poin Penting PT Bank Maspion Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman USD285 juta dari KASIKORNBANK Public… Read More