Poin Penting
Jakarta – Menjelang Ramadan, PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) melihat peluang kuat pada pembiayaan multiguna seiring meningkatnya kebutuhan dana masyarakat.
Momentum musiman ini diyakini akan mendorong kinerja pembiayaan, khususnya pada periode Februari hingga Maret 2026.
Head of Regional SSD Jabodetabek 2 Adira Finance, Nanang Kurniawan, mengatakan tren pembiayaan multiguna secara historis selalu mengalami peningkatan menjelang Ramadan.
“Kalau tren seharusnya naik. Bulan ini ada IIMS, ada imlek, kemudian Ramadan juga. Kita berharap Februari sampai Maret nanti, khususnya di multi purpose, bisa tumbuh double digit,” ujar Nanang saat ditemui usai acara Media Gathering di Jakarta, Selasa (10/2).
Baca juga: Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Ini Kata Adira Finance
Tak hanya mengandalkan nasabah lama, Adira Finance juga mulai agresif membidik nasabah non-debiter, yakni calon konsumen yang sebelumnya belum pernah mengambil pembiayaan di Adira Finance. Selama ini, porsi nasabah non-debiter dalam pembiayaan multiguna masih berada di bawah 20 persen.
“Kemarin porsi nasabah non-deb kita masih under 20 persen. Tahun ini kita mau masuk di atas 20 persen,” jelasnya.
Dalam pembiayaan multiguna, agunan yang digunakan tetap berbasis BPKB kendaraan, baik motor maupun mobil.
Untuk nasabah existing, strategi difokuskan pada retensi, sementara untuk non-debiter diarahkan pada perluasan basis nasabah baru.
Di tengah persaingan pembiayaan multiguna yang semakin ketat, Nanang menegaskan Adira Finance mengandalkan kombinasi suku bunga kompetitif, proses cepat, serta berbagai program benefit sebagai daya tarik utama.
Baca juga: Meski Daya Beli Melemah, Amartha Yakin Prospek Pembiayaan UMKM 2026 Tetap Moncer
“Sebenarnya kita banyak benefit yang coba kita tawarkan, dari sisi rate, dari sisi proses, sampai program-program benefit. Kita ingin memanjakan nasabah dengan fasilitas-fasilitas yang kita punya,” imbuhnya.
Keunggulan lain yang turut dimaksimalkan adalah kekuatan ekosistem grup atau line of business (LOB). Sebagai bagian dari MUFG Group, Adira Finance berada dalam satu ekosistem dengan Bank Danamon, Home Credit, hingga Zurich, sehingga memungkinkan pengembangan layanan lintas produk.
“Kita ini grup. Ada Adira Finance, ada Danamon, Home Credit, sampai Zurich. LOB kita cukup banyak dan itu jadi benefit karena nasabah bisa kita bridging ke sana,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More
Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More
Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More
Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More
Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More
Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More