Ilustrasi - Adira Finance. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Pasar tradisional masih menjadi nadi ekonomi rakyat di banyak daerah, terutama sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok dan ruang usaha bagi jutaan pedagang kecil.
Namun, di tengah arus modernisasi, daya saing pasar rakyat kerap terhambat oleh masalah klasik seperti keterbatasan fasilitas, kebersihan, serta minimnya adaptasi digital.
Kondisi ini menjadi latar belakang digelarnya Festival Pasar Rakyat (FPR) 2025 di Pasar Al-Mahirah, Banda Aceh, pada 20–21 September 2025.
Festival yang digagas oleh Adira Finance Syariah bersama Danamon Syariah dan Zurich Syariah ini menghadirkan pendekatan berbeda. Tidak hanya menghidupkan pasar sebagai ruang budaya dan sosial, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pusat ekonomi rakyat.
Pasar Al-Mahirah dipilih menjadi tuan rumah pembuka rangkaian FPR di Sumatera, lantaran perannya vital di Banda Aceh, dengan lebih dari 900 pedagang aktif dan statusnya sebagai salah satu pasar terbesar di provinsi tersebut.
Baca juga: Pembiayaan Baru Adira Finance Capai Rp16,2 Triliun di Semester I 2025
Meski begitu, pasar ini masih menghadapi tantangan dari sisi fasilitas dan kenyamanan, yang pada akhirnya berpengaruh pada kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Yusron, Head of Syariah Adira Finance, revitalisasi pasar rakyat yang dijalankan pihaknya melalui pemanfaatan dana kebajikan unit usaha syariah bukan sekadar pembenahan fisik.
Lebih dari itu, kata dia, program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam menghadirkan perubahan yang menyentuh aspek pemberdayaan pedagang.
“Dengan demikian, pasar rakyat dapat tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi yang lebih sejahtera, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (23/9).
Upaya yang dilakukan dalam festival ini meliputi perbaikan fasilitas umum pasar, penguatan kapasitas pedagang melalui literasi keuangan syariah, serta pembekalan keterampilan digital seperti penggunaan QRIS dan media sosial untuk promosi usaha.
Sertifikasi halal juga diberikan kepada sejumlah pedagang untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka akses pasar yang lebih luas.
Dari sisi literasi finansial, Zurich Syariah mengambil peran penting dalam memperluas akses perlindungan melalui produk asuransi mikro.
Baca juga: Adira Finance Targetkan Penjualan Tumbuh Double Digit di Semester II 2025
Sementara, Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia, Hilman Simanjuntak, menegaskan bahwa keberadaan produk mikro menjadi bagian penting dari inklusi keuangan syariah di tingkat pasar rakyat.
“Melalui platform adiraku, Zurich Syariah memperluas penetrasi asuransi ke segmen nasabah yang lebih luas dengan menyediakan produk asuransi mikro seperti Demam Berdarah Plus Syariah, Tipes Plus Syariah, Motor Syariah, dan Mobil Syariah,” jelasnya.
Langkah ini penting mengingat pedagang kecil seringkali rentan terhadap risiko kesehatan maupun kerugian usaha. Dengan akses perlindungan yang terjangkau, keberlangsungan usaha mereka bisa lebih terjaga.
Setelah Banda Aceh, rangkaian FPR akan dilanjutkan ke Bukittinggi, Bengkulu, dan Medan, memperluas dampak bagi pasar tradisional di Sumatera. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More
Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More
Poin Penting IHSG turun 2,19% ke 7.026, dengan 530 saham melemah. Mayoritas sektor terkoreksi, dipimpin… Read More
Poin Penting Layanan BSI tetap berjalan normal di wilayah terdampak gempa, hanya satu cabang terkendala… Read More
Poin Penting Total aset keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun per Desember 2025, tumbuh 8,61 persen… Read More
Poin Penting BSI tidak memarkir dana pemerintah di SBN, melainkan langsung menyalurkannya ke pembiayaan. Fokus… Read More