Adira Finance Didukung Pabrikan Jepang
Jakarta– PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mengaku, tidak akan merubah secara signifikan susunan direksi maupun segmen bisnis yang telah dijalankannya setelah adanya persetujuan akusisi saham induk PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) oleh Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd (MUFG).
Seperti diketahui, persetujuan akusisi tersebut telah diumumkan dalam ringkasan gagasan rencana akuisisi pada 26 Januari 2018 dan telah disahkan oleh para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Danamon.
“Kedepannya saya rasa tidak ada perubahan segmen bisnis signifikan,” ungkap Hadeli selaku Direktur Utama Adira Finance di Jakarta, Rabu 21 Maret 2018.
Selain itu, kedepannya dirinya berharap perusahaan induk dapat membantu meningkatkan dan mendorong kinerja Adira finance dengan berbagai kerjasama dengan pihak MUFG.
Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Digital, Adira Finance Luncurkan “Akses”
“Ya harapannya kalau dari Adira dengan adanya dukungan dari perbankan bank Tokyo yang lembaga keuangan yang besar,
dukungannya bisa bersinergi dengan perusahaan besar Jepang yang ada di Indonesia dan pabrikan mobil rata rata dari Jepang. Dan kita berharap supaya sinergi kita bisa lebih baik dengan induk perusahaan yang dari Jepang,” jelas Hadeli.
Sebagai informasi, saat ini MUFG telah menyelesaikan tahap pertama akusisi dengan membeli 19,9 persen saham di Danamon. Selain itu, setelah RUPSLB kemarin, seluruh pemegang saham juga telah menerima proses akusisi pada tahap kedua MUFG yang telah meningkatkan saham kepemilikan sahamnya di Danamon menjadi 40 persen. (*)
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More