Ilustrasi: Adira Finance/istimewa
Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) dan PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) mengumumkan rencana penggabungan atau merger kedua entitas. Aksi merger ini ditargetkan rampung 1 Oktober 2025.
Rencana penggabungan ini juga merupakan bagian dari konsolidasi Konglomerasi Keuangan MUFG di Indonesia. Kedua entitas merupakan dua dari perusahaan multifinance dengan total aset kumulatif (sebelum penggabungan) sebesar Rp38,4 triliun.
Aksi korporasi ini merupakan langkah strategis yang didukung penuh oleh Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), yang merupakan induk dari Mandala Finance, serta Adira Finance melalui kepemilikannya di PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon).
MUFG Bank dan Adira Finance telah menginvestasikan Rp7,0 triliun untuk mengambil alih 80 persen saham Mandala Finance, dengan MUFG Bank dan Adira Finance memegang masing-masing 70,6 persen dan 10 persen kepemilikan.
Baca juga: SolusiDana Adira Finance Salurkan Pembiayaan Rp2,3 Triliun hingga Kuartal I 2025
Per 31 Maret 2025, MUFG Bank memiliki 89,26 persen saham Mandala Finance, dan Adira Finance memiliki 10 persen saham Mandala Finance.
Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance menjelaskan, penggabungan ini merupakan momentum penting bagi Adira Finance untuk memasuki babak baru pertumbuhan berkelanjutan. Mandala Finance memiliki kekuatan dan pengalaman panjang di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di luar Jawa.
“Kami sangat antusias untuk menyatukan kekuatan tersebut dengan jaringan, teknologi, dan kapabilitas kami dalam memberikan layanan keuangan yang lebih luas dan berkualitas. Dengan dukungan penuh dari Danamon dan MUFG,” ujarnya dikutip 1 Mei 2025.
Sementara, Direktur Utama Mandala Finance Danny Hendarko menyambut baik rencana penggabungan ini sebagai bentuk transformasi strategis Mandala Finance. Dengan menggabungkan kekuatan dan pengalaman kedua entitas.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan proses transisi berlangsung mulus, transparan, dan tetap mengedepankan kepentingan semua pihak,” jelasnya.
Baca juga: Adira-Mandala Merger, Strategi MUFG Kuasai Pasar Pembiayaan
Proses penggabungan Adira Finance dan Mandala Finance masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pemegang saham yang akan diajukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) masing-masing perusahaan.
Sepanjang periode ini, operasional kedua entitas akan tetap berjalan seperti biasa, dan tidak ada perubahan dalam pelayanan kepada pelanggan maupun kerja sama dengan mitra.
Pelanggan tetap dapat mengakses layanan melalui jaringan kantor cabang, platform digital dan kanal layanan lainnya yang tersedia. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More