Kantor Pusat Adira Finance. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Adira Finance mencatatkan laba bersih di sepanjang kuartal III 2017 sebesar Rp1,1 triliun, atau mengalami kenaikan hingga 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp904 miliar.
Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli di Jakarta, Kamis, 2 November 2017 mengatakan, kenaikan laba bersih ini didorong oleh peningkatan pendapatan karena pertumbuhan pada penyaluran pembiayaan baru dan penurunan biaya pendanaan.
Secara keseluruhan, kata dia, total pendapatan perusahaan tercatat tumbuh 8 persen menjadi Rp6,7 triliun hingga bulan September 2017. Selain itu, total beban Perusahaan dapat terjaga, naik 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp5,1 triliun.
“Kenaikan pada beban operasional terjadi terutamanya didorong oleh naiknya beban tenaga kerja karena kenaikan UMP,” ujarnya.
Namun demikian, lanjut dia, pada beban bunga dan keuangan (cost of funds) mengalami penurunan karena kondisi pasar keuangan yang lebih favorable disertai dengan strategi diversifikasi sumber pendanaan yang dilakukan perusahaan selama ini.
Lebih lanjut dirinya menilai, bahwa selama tiga kuartal pada tahun 2017 ini, berbagai indikator makroekonomi Tanah Air masih menunjukkan resilience, meskipun tidak semuanya sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kendati begitu, perseroan masih mencatatkan kinerja positif
“Hingga saat ini, pencapaian masih kurang lebih selaras dengan target kami,” ucapnya. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More