Jakarta– PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang salahsatunya menyepakati untuk membayarkan dividen tunai sebesar Rp513 miliar atau Rp513per lembar saham.
“Pembayaran dividen tersebut sekitar 50% dari laba bersih Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020,” kata Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli melalui video conference di Jakarta, Kamis 1 Juli 2021.
Hafid menambahkan, pembayaran dividen ini akan dilakukan pada tanggal 30 Juli 2021 dimana Adira Finance telah konsisten dalam memberikan apresiasi atas dukungan dari para pemegang saham. Tak hanya itu, RUPST juga memutuskan untuk menyisihkan Rp10,3 miliar atau 1% dari laba bersih untuk menambah cadangan umum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Hafid menambahkan, RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perusahaan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, serta pengesahan Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Pubik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan (firma anggota dari jaringan global PWC), dengan opini audit Wajar Tanpa Modifikasian, dan mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Tahunan Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Selanjutnya, RUPST juga menunjuk Bayu M. Dayat sebagai Akuntan Publik dan Imelda & Rekan (firma anggota Deloitte Touche Tohmatsu Limited) sebagai Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengaudit laporan keuangan Perusahaan untuk tahun buku 2021.
Selain itu, RUPST juga menyetujui pengangkatan Manggi Taruna Habir selaku Komisaris Independen dan Rini Fatma Kartika, selaku anggota Dewan Pengawas Syariah Perusahaan, yang akan efekif menjabat setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dari OJK.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Djoko Sudyatmiko dan Oni Sahroni yang telah menyelesaikan masa tugasnya masing-masing sebagai Komisaris Independen Perusanaan dan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan atas dedikasi dan kontribusinya terhadap Perusahaan selama masa tugasnya,” pungkas Hafid Hadeli.
Dengan demikian susunan keanggotaan Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah Perusahaan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama/President Commissioner : Yasushi Itagaki Komisaris merangkap Komisaris Independen/ Commissioner, concurrently as Independent Commissioner : Krisna Wijaya
Komisaris merangkap Komisaris Independen/Commissioner, concurrently as Independent Commissioner : Manggi Taruna Habir (*)
Komisaris/Commissioner : Eng Heng Nee Philip
Komisaris/Commissioner : Muliadi Rahardja
Komisaris/Commissioner : Congsin Congcar
Dewan Direksi/Board of Directors
Direktur Utama/President Director : Hafid Hadeli
Direktur/Director : Ho Lioeng Min
Direktur/Director : I Dewa Made Susila
Direktur/Director : Swandajani Gunadi
Direktur/Director : Niko Kurniawan Bonggowarsito
Direktur/Director : Harry Latif
Direktur/Director : Jin Yoshida
Dewan Pengawas Syariah/ Sharia Supervisory Board
Ketua/ Chairman : Prof. DR. Haji Fathurrahman Djamil, MA
Anggota/Member : DR. Haji Noor Ahmad, MA
Anggota/Member : Rini Fatma Kartika (*)
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More