Ekonomi dan Bisnis

Adi Sarana Armada Catat Laba Bersih Rp71 Miliar di Kuartal I 2024, Ini Pendorongnya

Jakarta – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) emiten yang bergerak di bidang mobilitas, logistik, dan penunjangnya telah mencatatkan laba bersih sebesar Rp71 miliar di kuartal I 2024, atau naik 37 persen secara year on year (yoy).

Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto, mengatakan laba bersih ASSA yang meningkat tersebut, didukung oleh pendapatan ASSA yang berhasil naik 3,1 persen secara yoy menjadi Rp1,2 triliun dari Rp1,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Bisnis penyewaan kendaraan untuk korporasi kembali menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan, dengan kontribusi sebesar 39 persen terhadap total pendapatan perseroan,” ucap Prodjo dalam keterangan resmi di Jakarta, 2 Mei 2024.

Baca juga: Laba Bersih Emiten Teknologi WIRG Tumbuh 11,1 Persen Jadi Rp28,9 Miliar di Kuartal I 2024

Di sisi lain, beban pokok pendapatan ASSA tercatat sebesar Rp842,4 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun 2023 yang sebesar Rp848,7 miliar. Hal itu ditopang oleh efisiensi yang dilakukan anak usaha, yaitu Anteraja yang berperan besar dalam penurunan beban pokok pendapatan perseroan.

Secara rinci, Anteraja tercatat berhasil menurunkan biaya produksi (COGS) sebesar 22,2 persen yoy, hingga mengantarkan ASSA meraih laba kotor sebesar Rp339,5 miliar, meningkat 14,1 persen jika dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

Lebih jauh, keberhasilan penghematan biaya operasional Anteraja juga berperan utama dalam mendorong laba operasional ASSA hingga tumbuh sebesar 45,5 persen yoy menjadi Rp172,1 miliar pada periode ini.

Selain itu, Anteraja sendiri pada periode ini telah sukses membalikkan keadaan, dengan menghasilkan laba operasional sebesar Rp25,4 miliar dari menderita rugi bersih Rp34,7 miliar pada kuartal pertama tahun lalu.

Baca juga: Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 27 Persen di Kuartal I 2024, Ini Penyebabnya

Adapun, untuk unit bisnis penjualan kendaraan bekas membukukan pertumbuhan laba usaha sebesar 50,9 persen yoy menjadi Rp48,3 miliar, dengan bisnis lelang dari anak usaha PT JBA Indonesia mencatatkan pertumbuhan laba usaha sebesar 129,1 persen yoy menjadi Rp26,9 miliar.

Sedangkan, unit bisnis ASSA di bidang penyedia solusi logistik terintegrasi Business to Business (B2B), Cargoshare mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 24,2 persen yoy menjadi Rp71,7 miliar.

Sebagai informasi, ASSA pada tahun 2024 ini telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,3-1,5 triliun, yang rencananya akan digunakan untuk pembaharuan armada perseroan. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

5 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

10 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

10 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

10 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

11 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

11 hours ago