Ilustrasi: Gedung Adi Sarana Armada. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan kinerja keuangan yang positif untuk kuartal III 2025, dengan capaian laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham Perseroan sebesar Rp348,55 miliar.
Laba bersih ASSA tersebut naik sebanyak 63,91 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp212,67 miliar.
Tentunya, kinerja solid dari laba bersih ASSA itu ditopang oleh pendapatan konsolidasi yang melonjak 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) menjadi Rp4,41 triliun dari kuartal III 2024 Rp3,64 triliun.
Baca juga: IHSG Hari Ini 21 Oktober 2025 Kembali Ditutup Melesat 1,84 Persen ke Level 8.238
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pilar usaha di bidang pengiriman dan logistik yang menjadi kontributor utama Perseroan dengan kontribusi Rp1,9 triliun tumbuh 39 persen yoy, diikuti segmen sewa kendaraan dan Autopool senilai Rp1,2 triliun, serta bisnis rental korporasi.
Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto, mengatakan bahwa pencapaian kinerja positif hingga sembilan bulan pertama tahun ini mencerminkan strategi pertumbuhan berkelanjutan yang dijalankan secara konsisten oleh ASSA sebagai ekosistem ketiga pilarnya.
“Sambil kami terus memperkuat bisnis logistik, kami juga tetap menjaga pertumbuhan yang sehat dari segmen rental korporasi dan ekosistem kendaraan bekas di bawah bendera anak usaha kami, ASLC (PT Autopedia Sukses Lestari Tbk),” ujar Prodjo dalam keterangan resmi dikutip, Selasa, 21 Oktober 2025.
Selain segmen logistik yang mulai menjadi pendorong utama pertumbuhan pada periode ini, pilar bisnis ekosistem kendaraan bekas juga mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Tercatat bisnis penjualan mobil bekas Perseroan mencapai Rp806,7 miliar, tumbuh 24 persen dari capaian tahun lalu.
Baca juga: Adi Sarana Armada Bukukan Laba Rp143,8 Miliar di Kuartal I 2025, Ini Pendorongnya
Adapun dari sisi total aset ASSA hingga kuartal III 2025 mencapai senilai Rp8,38 triliun, yang terdiri dari total liabilitas sebesar Rp5,22 triliun dan total ekuitas Rp3,15 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More