Ilustrasi: Adhi Karya raih kontrak baru proyek sumber daya air. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Adhi Karya Persero Tbk (ADHI) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas II (PUT II) sebanyak Rp667,88 miliar dari rencana penggunaan dana sebesar Rp2,65 triliun.
Dikutip dari keterbukaan informasi, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Agung Dharmawan, mengatakan bahwa dana tersebut digunakan untuk penyetoran modal ke BUP Proyek Strategi Nasional dan Proyek Non Strategis Nasional.
Dari realisasi tersebut, menyisakan dana hasil penawaran umum sebesar Rp1,98 triliun, dimana total tersebut sudah dikurangi PPh Jasa Giro dan biaya administrasi saldo hasil penawaran umum netto Rp17,04 miliar dan biaya umum dalam proses pembayaran Rp6,75 miliar.
Meski begitu, jumlah hasil penawaran umum sebesar Rp2,65 triliun yang efektif sejak 7 Oktober 2022, berada di bawah target Perseroan yang sebelumnya diperkirakan akan memperoleh dana sebanyak Rp3,87 triliun.
Diketahui sebelumnya ADHI melakukan aksi korporasi penambahan modal melalui skema PUT II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sekitar 7 miliar saham baru seri B dengan harga Rp100 per saham.
Adapun, seluruh dana rights issue tersebut digunakan untuk proyek strategis nasional, diantaranya proyek tol Solo-Yogyakarta YIA Kulonprogo, Tol Yogyakarta-Bawen, dan SPAM Karian-Serpong (Timur). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More