Adhi Karya Bagi Dividen Rp103,83 Miliar
Jakarta – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana memberikan apresiasi kepada pemegang sahamnya melalui pembagian dividen. Besaran dividen yang akan dibayarkan kali ini sekitar 20 persen dari perolehan laba bersih perseroan di sepanjang tahun 2017.
“Besaran dividen itu sekitar Rp103,83 miliar. Dividen tersebut akan dibayarkan secepatnya sesuai dengan peraturan yang berlaku,”kata Direktur Utama ADHI, Budi Harto, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Jumat, 13 April 2018.
Selain dividen, raihan laba perseroan di sepanjang tahun 2017, kata Budi, disisihkan untuk dana cadangan. Kemudian sisanya, dibukukan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi bisnis perseroan pada tahun mendatang.
Dalam Rapat, tambah Budi, manajemen juga telah menyetujui adanya perubahan kepengurusan di PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Dengan demikian pasca Rapat tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi menjadi sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : M. Fadjroel Rachman
Komisaris : Bobby A. A Nazief
Komisaris : Wicipto Setiadi
Komisaris : Rildo Ananda Anwary
Komisaris Independen : Muchlis Rantoni Luddin
Komisaris Independen : Hironimus Hilapok
Dewan Direksi :
Direktur Utama : Budi Harto
Direktur Operasional I : Budi Saddewa Soediro
Direktur Operasional II : Pundjung Setya Brata
Direktur Keuangan : Entus Asnawi Mukhson
Direktur SDM : Agus Karianto
Direktur : Partha Sarathi
Sebagai informasi, ADHI berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sekitar 64,43 persen di sepanjang 2017 atau menjadi Rp515,41 miliar, dibandingkan capaian tahun sebelumnya Rp313,45 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan usaha sekitar 36,98 persen atau menjadi Rp15,15 triliun per akhir Desember 2017, dari tahun sebelumnya Rp11,06 triliun. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More