Ilustrasi produk keuangan
Jakarta – Additiv, perusahaan penyedia solusi keuangan digital, mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Syailendra Capital, salah satu manajer investasi.
Kolaborasi ini bertujuan memperbarui model distribusi produk keuangan di Indonesia melalui solusi digital, sehingga memberikan akses yang lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat.
General Manager APAC Additiv, Anurag Pandey, mengungkapkan bahwa kemitraan ini didorong oleh visi bersama untuk memberdayakan finansial masyarakat Indonesia.
“Kami bangga bekerja sama dengan PT Syailendra Capital yang memiliki visi yang sama dengan kami. Melalui platform Additiv, kami berharap dapat memberikan solusi yang berbeda di Indonesia dan memperkuat ekosistem layanan keuangan,” katanya, dikutip Minggu, 17 November 2024.
Baca juga : OJK Ajak Gen Z Bijak Manfaatkan Produk Keuangan
Menurutnya, kemitraan ini menggabungkan keahlian manajemen investasi Syailendra dengan teknologi Additiv. Melalui kerja sama ini, PT Syailendra Capital dapat memperluas jangkauannya dalam memberikan pengalaman berinvestasi yang optimal, baik untuk investor individu maupun perusahaan.
Bagi investor individu, kolaborasi ini mempermudah akses terhadap produk investasi yang sesuai dengan tujuan keuangannya melalui platform digital dan aplikasi seluler. Sementara bagi perusahaan, kolaborasi ini mendukung kesejahteraan finansial karyawan dengan memfasilitasi akses produk keuangan yang berkualitas.
Kemampuan Additiv dalam menyediakan platform dengan skalabilitas tinggi juga memungkinkan Syailendra untuk memperluas saluran distribusinya. Dengan sistem yang terintegrasi, Syailendra dapat membuka peluang baru melalui produk keuangan yang lebih mudah diakses masyarakat.
Baca juga : Wapres Ajak Pengusaha ‘Hijrah’ Gunakan Produk Keuangan Syariah
COO Syailendra Capital Gunanta Afrima menyatakan optimismenya terhadap dampak positif kemitraan ini bagi perkembangan reksa dana di Indonesia.
“Kemitraan dengan Additiv membuka peluang baru untuk distribusi reksa dana yang lebih luas dan mudah diakses. Kami fokus untuk memanfaatkan teknologi digital dan layanan Finance-as-a-Service agar masyarakat dapat mengakses industri keuangan dengan lebih mudah. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi kemajuan industri pasar modal,” jelas Gunanta.
Ia berharap, kolaborasi ini dapat memperkuat posisi Syailendra Capital di segmen ritel, memberikan pengalaman investasi terbaik bagi nasabah, serta mendorong perkembangan industri pasar modal Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More