Poin Penting
Jakarta – PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) memberikan penjelasan terkait dengan volatilitas transaksi efek pada Selasa (6/1).
Direktur/Corporate Secretary AHAP, Suntjianta, mengatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E,” tulis Sutjianta dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip, 8 Januari 2025.
Baca juga: Intip Gerak Saham Asuransi Jelang Batas Pemenuhan Modal Minimum
Selain itu, tidak ada informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat memengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017 Tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.
Suntjianta menegaskan bahwa pihaknya juga tak memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang. Saat ini, perseroan tengah melakukan kajian guna memenuhi ketentuan permodalan sebagaimana diatur dalam POJK 23 tahun 2023.
Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?
“Corporate Secretary telah menanyakan pemegang saham utama, dan saat ini pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan,” katan Suntjianta.
Adapun, harga saham AHAP sejak awal tahun tercatat menguat signifikan 52,14 persen menjadi Rp179 per saham dan sempat menyentuh level tertingginya Rp184 dari harga Rp117 di awal tahun. (*)
Editor: Galih Pratama
Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More
Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More
Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More
Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More
Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan kebijakan WFH bagi ASN satu hari per minggu (setiap Jumat) mulai… Read More