Keuangan

Ada Volatilitas Transaksi, Begini Penjelasan Asuransi Harta Aman Pratama (AHAP)

Poin Penting

  • AHAP menegaskan tidak ada informasi atau fakta material yang memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal terkait volatilitas transaksi saham pada 6 Januari.
  • Tidak terdapat aktivitas pemegang saham tertentu maupun kejadian material lain yang belum diungkapkan ke publik, sesuai ketentuan OJK.
  • Perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan, meski saham AHAP telah melonjak 52,14 persen sejak awal tahun.

Jakarta – PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) memberikan penjelasan terkait dengan volatilitas transaksi efek pada Selasa (6/1).

Direktur/Corporate Secretary AHAP, Suntjianta, mengatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E,” tulis Sutjianta dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip, 8 Januari 2025.

Baca juga: Intip Gerak Saham Asuransi Jelang Batas Pemenuhan Modal Minimum

Selain itu, tidak ada informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat memengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017 Tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.

Rencana Aksi Korporasi

Suntjianta menegaskan bahwa pihaknya juga tak memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang. Saat ini, perseroan tengah melakukan kajian guna memenuhi ketentuan permodalan sebagaimana diatur dalam POJK 23 tahun 2023.

Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?

“Corporate Secretary telah menanyakan pemegang saham utama, dan saat ini pemegang saham utama belum memiliki rencana terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan,” katan Suntjianta.

Adapun, harga saham AHAP sejak awal tahun tercatat menguat signifikan 52,14 persen menjadi Rp179 per saham dan sempat menyentuh level tertingginya Rp184 dari harga Rp117 di awal tahun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

26 mins ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

41 mins ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

56 mins ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

1 hour ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

2 hours ago

Pemerintah Resmi Berlakukan WFH ASN, Bagaimana dengan Pekerja Swasta?

Poin Penting Pemerintah menetapkan kebijakan WFH bagi ASN satu hari per minggu (setiap Jumat) mulai… Read More

2 hours ago