Jakarta – Harga minyak kembali menguat. Hal ini meningkatkan optimism seluruh eksportir komoditas. Kondisi ini seharusnya meningkatkan pula selera investor terhadap instrument yang lebih berisiko, seperti pasar berkembang.
Namun faktanya, Rupiah justru semakin melemah terhadap dolar.
Kemarin, Rabu, 8 Juni 2016, rupiah ditutup di level Rp13.268. Jameel Ahmad, Chief Market Analyst FXTM menilai, penurunan (Rupiah) ini mungkin tak terlalu signifikan. Menurutnya, contributor utama terhadap lemahnya momentum mata uang ini adalah menurunnya selera risiko pasca Bank Dunia menurunkan pandangannya tentang prospek ekonomi global.
Senada, pemerintah Indonesia juga dikabarkan akan mengurangi target petrumbuhan ekonomi 2016. Hal itu dikarenakan pemerintah menangkap adanya sinyal perlambatan konsumsi domestik. “Ini akan semakin memperburuk sentiment ekonomi nasional” ujar Jameel.(*)
Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo menetapkan delapan hari cuti bersama ASN 2026, dengan cuti terbanyak pada… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengucapkan selamat kepada Thomas Djiwandono atas pelantikannya sebagai Deputi… Read More
Poin Penting Kemensos akan memfokuskan penyaluran PKH dan bantuan sembako hanya kepada masyarakat desil 1… Read More
Poin Penting AM Best kembali menetapkan Tugu Insurance meraih FSR A- (Excellent) dan Long-Term ICR… Read More
Poin Penting KB Bank gandeng Bali United hingga akhir musim 2026/2027 untuk dorong literasi dan… Read More