Ekonomi dan Bisnis

Ada Pandemi, UMKM Digital Terus Meningkat

Jakarta – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami peningkatan dalam penggunaan teknologi digital dan internet untuk memasarkan usahanya, terutama saat pandemi Covid-19.

Fitri Renaldi, Asisten Deputi Pendampingan Usaha, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) menjelaskan, sebelum pandemi, sebanyak 11,94% UMKM di Indonesia menggunakan internet untuk pemasaran, sementara 88,06% UMKM tidak menggunakan internet.

Kemudian, per 15 September 2020 atau saat pandemi masih berlangsung, angka pelaku UMKM yang menggunakan internet atau digital naik menjadi 16%. Diantaranya, 42% menggunakan sosial media untuk pemasaran dan 40% beralih usaha yang di-match dengan situasi dan kondisi pandemi.

“Selama pandemi berlangsung, pelaku usaha mikro berusaha untuk berinovasi dengan segala keterbatasannya,” kata Fitri Renaldi, dalam Webinar, Rabu, 27 Januari 2021.

Fitri Renaldi menambahkan, Kementerian KUKM telah melakukan upaya dalam mendorong digitalisasi UMKM, diantaranya peningkatan kapasitas SDM, perbaikan proses bisnis, perluasan pasar dan local heroes.

“Ada potensi kondisi strategis yang mendukung inovasi dan transformasi UMKM. Yang paling ditunggu itu deregulasi kemudahan berbisnis,” tambahnya.

Tahun ini, KUKM memiliki strategi untuk meningkatkan UMKM agar menggunakan teknologi digital. Pertama, merubah pelaku usaha mikro dari informal ke formal.

Setelah itu, kedua mencarikan mekanisme pendampingan agar pelaku usaha mikro mendapat sertifikasi produk. Lalu, ketiga menghasilkan produk yang sesuai dengan pasar, dan keempat bagaimana menjalankan usahanya dengan digital.

“Selain itu, ada strategi gotong royong bantu UMKM. Ini program secara bersama-sama memfasilitasi UMKM agar mampu mengadopsi perkembangan digital yang ada. Kami juga bekerja sama dengan berbagai asosiasi untuk meningkatkan UMKM supaya melek digital. Dari beberapa tahun lalu, kami bekerja sama dengan perusahaan fintech untuk menjadikan fintech solusi pembiayaan UMKM yang belum mendapat pembayaan dari perbankan,” ucapnya. (*) Ayu Utami

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

2 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

2 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

3 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

3 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

4 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

5 hours ago