Keuangan

Ada Fitur Auto DCA Explore Plans di PINTU, Simak Manfaatnya Buat Investor

Poin Penting

  • PINTU meluncurkan fitur Auto DCA Explore Plans untuk memudahkan investor berinvestasi rutin dengan memilih kategori aset kripto, seperti Blue Chip, DeFi Champ, dan Top Alts.
  • Auto DCA semakin diminati, dengan hampir 20 ribu pengguna PINTU telah menabung kripto secara rutin dan transaksi Auto DCA naik lebih dari 17% pada kuartal 2025.
  • Tujuan fitur baru ini adalah membantu pengguna berinvestasi lebih terarah, konsisten, dan sesuai profil risiko di tengah meningkatnya jumlah investor kripto di Indonesia.

Jakarta – Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menghadirkan fitur Auto DCA Explore Plans. Bagi investor, fitur ini akan memudahkan menjalankan strategi investasi rutin lewat kategorisasi aset kripto.

Menurut Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) semakin diminati investor. Hingga saat ini, fitur Auto DCA PINTU sudah digunakan oleh hampir 20 ribu pengguna untuk menabung rutin aset kripto.

“Namun, kami melihat masih banyak pengguna mengalami kebingungan dalam menentukan aset yang tepat. Melalui Auto DCA Explore Plans, kami menyederhanakan proses tersebut dengan menghadirkan kategori agar pengguna dapat berinvestasi rutin dengan lebih terarah,” kata Iskandar, dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 27 Desember 2025.

Baca juga: Pemerintah Tegaskan Revisi UU P2SK untuk Perkuat Tata Kelola dan Pelindungan Kripto

Dengan fitur Auto DCA Explore Plans, pengguna bisa memilih kumpulan aset kripto berdasarkan kategori tertentu. Misalnya, Blue Chip untuk aset dengan kapitalisasi pasar besar yang relatif lebih stabil, DeFi Champ untuk token ekosistem keuangan terdesentralisasi, dan Top Alts yang berisi pilihan altcoin populer.

Kategorisasi ini membuat pengguna bisa menggunakan strategi DCA tanpa harus memilih token satu per satu, sehingga dapat menabung dengan konsisten dan lebih percaya diri.

Di Indonesia, minat terhadap investasi kripto terus menunjukkan tren positif. Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor kripto mencapai 19,08 juta investor per Oktober 2025.

Tren yang sama juga terlihat pada adopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA) di PINTU. Data internal menunjukkan total transaksi Auto DCA PINTU naik lebih dari 17 persen di kuartal 2025. Mayoritas pengguna memilih frekuensi harian dan mingguan sebagai jadwal investasi rutin mereka.

“Auto DCA Explore Plans kami hadirkan untuk membantu pengguna memahami karakteristik aset yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sekaligus membangun kebiasaan nabung rutin secara lebih disiplin,” lanjutnya.

Baca juga: Di Tengah Penurunan Aktivitas Kripto, Revisi RUU P2SK Jadi Jalan Keluar?

Ia melanjutkan, investasi kripto jangka panjang bukan hanya soal memilih aset, tapi juga membangun konsistensi dan disiplin.

“Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi tetap merupakan tanggung jawab investor sesuai profil risiko masing-masing,” pungkasnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

OJK Cabut Izin Usaha Varia Intra Finance, Ini Alasannya

Poin Penting OJK mencabut izin usaha PT Varia Intra Finance (VIF) melalui SK Anggota Dewan… Read More

1 hour ago

Fundamental Kuat, Amartha Buka Peluang IPO

Poin Penting Amartha buka peluang IPO di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan… Read More

1 hour ago

OJK Dorong Bank KMBI I Perkuat Permodalan Lewat Konsolidasi

Poin Penting OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat… Read More

2 hours ago

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp13,2 Triliun Sepanjang 2025, Mayoritas ke Sektor Ini

Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More

2 hours ago

Perkuat Industri Kelistrikan, BNI-Siemens Indonesia Sepakati Pembiayaan Rp300 Miliar

Poin Penting BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja… Read More

2 hours ago

Tensi Geopolitik Memanas, Praktisi Pasar Modal Imbau Investor Lebih Waspada

Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More

3 hours ago