Ilustrasi: Kantor Asuransi ACA/Istimewa
Jakarta – PT Asuransi Central Asia (ACA) melaporkan dalam setahun terakhir perusahaan berhasil mencetek kinerja yang memuaskan dibandikan periode di tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan Direktur Operasional ACA Muljadi Kusuma dalam acara Kick Off Meeting dengan mengusung tema “Build Astonishing Speed and High Accuracy to Aim New Heights”, di Hotel Alila, Solo, Jawa Tengah, pada 18-19 Januari 2024.
Ia menuturkan, produksi premi bruto nasional sebesar Rp4,77 triliun, atau tumbuh 29 persen dibanding capaian 2022 atau 116,1 persen di atas target 2023.
Baca juga: Tumbuh Konsisten, Dirut ACA Juliati Boddhiya Dinobatkan Jadi CEO Terbaik di 2023
Jika melihat hasil tersebut, ia optimistis dapat melalui tahun ini dengan lebih baik. Bahkan Menurutnya, ACA menaikkan target gross written premium (GWP) sebesar 12 persen atau menyentuh Rp5,22 triliun, kendati ekonomi nasional masih diliputi ketidakpastian.
“Diharapkan seluruh stakeholder perusahaan dapat menyelaraskan persepsi bersama untuk bekerja semaksimal mungkin guna mencapai target yang ditetapkan di tahun 2024,” ujarnya.
Sebelumnya, asuransi umum dalam holding BCA Group, PT Asuransi Central Asia (ACA) membukukan pendapatan premi Rp3,64 triliun hingga November 2023. Pendapatan premi tersebut naik 33,3 persen dibandingkan posisi yang sama di tahun lalu, yakni Rp2,73 triliun.
Baca juga: Pembiayaan Korporasi Desember 2023 Meningkat, BI Beberkan Faktor Pendorongnya
Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan dikutip 4 Januari 2024 menunjukkan, pendapatan di lini premi ACA didongkrak dari bertambahnya jumlah premi bruto Rp3,28 triliun, atau naik 35,5 persen dari tahun sebelumnya Rp2,42 triliun. Adapun, jumlah beban klaim bruto di periode November 2023 mencapai Rp1,13 triliun. (*) Ranu Arasyki Lubis
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More