Ekonomi dan Bisnis

ABB dan PLN Percepat Modernisasi Kelistrikan Lewat Perjanjian Baru

Jakarta – PT ABB Sakti Industri (ABB) telah menandatangani perjanjian baru dalam Kontrak Kesepakatan Harga Satuan dengan PT PLN (Persero). Kesepakatan ini bertujuan untuk mempercepat modernisasi infrastruktur energi di Indonesia.

“Kesepakatan ini memungkinkan ABB untuk berkontribusi dalam penguatan infrastruktur kelistrikan nasional dengan menghadirkan solusi perlindungan listrik yang berkualitas tinggi, sekaligus mendorong produksi dalam negeri dan keberlanjutan,” ujar President Director PT ABB Sakti Industri Gerard Chan, dikutip Kamis, 6 Maret 2025.

Menurutnya, Kontrak Kesepakatan Harga Satuan ini mencakup ketentuan terbaru yang menekankan harga kompetitif, aksesibilitas lebih luas bagi pelanggan, dan kepatuhan terhadap kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Indonesia.

Sebagai bagian dari perjanjian ini, kata dia, pada awal Februari 2025, ABB telah melakukan pengiriman pertama Miniature Circuit Breaker (MCB) dari fasilitas produksinya di Cibitung.

“Pengiriman ini menandai langkah awal yang penting dalam memenuhi kebutuhan PLN untuk MCB yang aman dan andal di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen kedua perusahaan untuk mendukung modernisasi infrastruktur kelistrikan di Indonesia,” jelasnya.

Baca juga : TKDN Dukung Inovasi dan Keamanan Armada Gunung Harta Transport Solution

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto menyatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan nasional.

“Kemitraan ini tentunya akan meningkatkan keandalan dan keamanan infrastruktur listrik yang akan berdampak positif terhadap kepuasan pelanggan,” terang Wiluyo. 

ABB Raih Penghargaan Pemasok MCB Terbaik

Pada tahun 2024, ABB mendapatkan penghargaan sebagai pemasok MCB terbaik dengan tingkat TKDN yang tinggi dalam Rapat Koordinasi Material Distribusi Utama yang diselenggarakan PLN di Jakarta.

Gerard menambahkan bahwa pabrik ABB di Cibitung memiliki peran penting dalam mendukung PLN. Dalam setahun terakhir, fasilitas ini telah meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan jutaan unit MCB setiap tahunnya.

Dirancang dengan fleksibilitas dan adaptabilitas tinggi, MCB ABB cocok untuk berbagai aplikasi rumah tangga dan industri. 

Baca juga : Lewat Teknologi Ini, PT TKDN Dukung Dishub Sumut Wujudkan Smart Terminal

Teknologi ini mampu mendeteksi gangguan listrik seperti arus lebih dan korsleting, lalu memutus sirkuit dalam waktu 10 milidetik—10 kali lebih cepat dari kedipan mata manusia. Sistem kelistrikannya pun dapat dengan cepat diaktifkan kembali tanpa perlu mengganti perangkat. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

51 mins ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

1 hour ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

1 hour ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

2 hours ago