Sementara untuk reposisi produk, para pelaku usaha diharapkan dapat mengimplementasikan kebutuhan pasar kepada produk-produk yang mereka kembangkan ke depannya.
Begitu juga dengan refocusing business, Dadang menilai dalam masa krisis ini perusahaan yang dapat bertahan ialah perusahaan yang selalu memperhatikan fokus bisnisnya. “Karena dengan hal tersebut, perusahaan semakin dalam memahami kelebihannya dalam bisnis yang ia geluti,” tambahnya.
Baca juga: Asuransi Umum Terpukul Lesunya Penjualan Kendaraan Bermotor
Selain itu perusahaan juga harus miliki multi strategy business di mana perusahaan punya strategi yang bercabang, ketika strategi awalnya kurang memberikan hasil, para pelaku industri harus dapat berpindah strategi perusahaannya.
Dan yang terakhir adalah business focus, para pelaku Industri harus dapat menjaga bisnisnya dengan dedikasi yang tinggi agar tetap terjaga dan stabil.
Kinerja industri asuransi umum sendiri tengah mengalami gejolak seiring dengan penurunan bisnis otomotif, yang notabene masih memberikan kontribusi premi terbesar. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Presiden Prabowo bertemu tokoh dan ormas Islam di Istana untuk berdiskusi dan menampung… Read More
Poin Penting Pemerintah menanggapi peringatan MSCI dengan berkomitmen meningkatkan transparansi pasar modal, termasuk terkait porsi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122,59 pada perdagangan 3 Februari 2026.… Read More
Jakarta - Jalan terjal yang dilalui bank-bank KBMI 2 belakangan ini kelihatannya terasa makin berat.… Read More
Poin Penting Platform emas digital JWR runtuh dan membekukan dana investor hingga puluhan triliun rupiah… Read More
Poin Penting Survei Jobstreet by Seek menunjukkan 82 persen pekerja Indonesia merasa bahagia atau sangat… Read More