Sementara untuk reposisi produk, para pelaku usaha diharapkan dapat mengimplementasikan kebutuhan pasar kepada produk-produk yang mereka kembangkan ke depannya.
Begitu juga dengan refocusing business, Dadang menilai dalam masa krisis ini perusahaan yang dapat bertahan ialah perusahaan yang selalu memperhatikan fokus bisnisnya. “Karena dengan hal tersebut, perusahaan semakin dalam memahami kelebihannya dalam bisnis yang ia geluti,” tambahnya.
Baca juga: Asuransi Umum Terpukul Lesunya Penjualan Kendaraan Bermotor
Selain itu perusahaan juga harus miliki multi strategy business di mana perusahaan punya strategi yang bercabang, ketika strategi awalnya kurang memberikan hasil, para pelaku industri harus dapat berpindah strategi perusahaannya.
Dan yang terakhir adalah business focus, para pelaku Industri harus dapat menjaga bisnisnya dengan dedikasi yang tinggi agar tetap terjaga dan stabil.
Kinerja industri asuransi umum sendiri tengah mengalami gejolak seiring dengan penurunan bisnis otomotif, yang notabene masih memberikan kontribusi premi terbesar. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More