Ilustrasi: Industri asuransi umum. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan menyatakan implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi industri asuransi umum.
Ia menilai kesiapan perusahaan dalam menerapkan standar tersebut belum merata.
“Kita harus realistis ya bahwa beberapa anggota memang masih mengalami kesulitan,” ujar Budi saat ditemui usai Kongres AAUI di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Baca juga: Budi Herawan Kembali Pimpin AAUI, Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global
Menurutnya, kendala tidak hanya berasal dari aspek teknis, tetapi juga dari belum jelasnya skema implementasi, termasuk opsi hybrid yang belum memiliki panduan tegas.
“Kalau memang diminta hybrid, hybrid-nya seperti apa? Itu juga harus jelas,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa hingga saat ini AAUI belum bisa memetakan secara menyeluruh progres implementasi di industri. Pasalnya, banyak perusahaan masih bergulat dengan proses penyusunan laporan berbasis PSAK 117 yang telah diaudit.
“Kita masih struggle pemenuhan implementasi PSAK 117 yang audited. Ini masih jadi PR kita,” tegas Budi.
Baca juga: Transisi PSAK 117, OJK Kasih “Injury Time” Asuransi Lapor Keuangan hingga 15 Agustus 2025
Kondisi ini mendorong AAUI mengusulkan relaksasi kepada regulator. Namun, ia menekankan relaksasi yang dimaksud bukanlah bentuk kelonggaran aturan, melainkan penyesuaian waktu yang lebih realistis.
“Saya minta relaksasi, tapi bukan dispensasi. Ini bagaimana implementasinya bisa tercapai dengan baik,” imbuhnya.(*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More