AAUI; Tingkatkan kapasitas. (Foto: Erman)
Dalam pelambatan ekonomi Indonesia, industri asuransi umum selama semester pertama 2015 masih tumbuh 10,2%. Ria Martati.
Jakarta– Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) akan kembali menggelar kegiatan tahunan “Indonesia Rendezvous” (IR) yang ke 21 pada 21 hingga 24 Oktober 2015 bertempat di Bali Nusa Dua Centre, Nusa Dua, Bali. Indonesia Rendezvous merupakan ajang bagi berbagai perusahaan asuransi, broker dan juga reasuransi untuk saling bertemu, berdiskusi dan menjalin hubungan dengan para mitra bisnisnya.
Ketua Panitia, Indonesia Rendezvous ke 21, 2015 Debbie Wijaya mengatakan pada IR ke-21 ini topik utama yang diangkat adalah Global Uncertainty, Softening Reinsurance Cycle and National Retention Policy. Perubahan ekonomi global dan pengaruhnya terhadap kapasitas reasuransi, detail kebijakan pemerintah terkini soal retensi perusahaan asuransi, dan peningkatan kapasitas perusahaan asuransi, serta kesiapan praktisi industri asuransi domestik akan dibahas dalam seminar tersebut.
“Tujuan dari tema tersebut adalah agar peserta dapat mengetahaui dan memahami trend global re di tahun 2015 dan tahun-tahun yang akan datang di tengah perlambatan ekonomi dunia saat ini,” kata Debbie di Jakarta, Senin 21 September 2015.
Pembicara-pembicara yang akan mengisi gelaran tersebut antara lain Till Bohmer selaku CEO Munich Re, Kent Chaplin sebagai Managing Director and Head of Asia Pacific Llyod’s Asia, Frans Sahusilawane selaku Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama, Adi Pramana sebagai Presiden Direktur PT Reasuransi International Indonesia dan Wiyono Sutiyoso selaku Direktur Utama PT Allianz Utama Indonesia, selain itu juga akan ada perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More