Jakarta – Seiring zaman yang terus berkembang dengan pesat, tentunya perlu dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, tak terkecuali di industri asuransi. Dalam menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menjalin kerja sama dengan Ahli Agen Asuransi Umum Indonesia (A3UI) untuk penyelenggaraan kegiatan di industri asuransi umum.
Ketua AAUI, Budi Herawan mengatakan, tujuan kerja sama ini ialah untuk mendorong kompetensi SDM khususnya di industri asuransi umum, di antaranya melalui kegiatan seminar, pelatihan, serta peningkatan kompetensi dan integritas agen asuransi umum di Indonesia.
Baca juga: AAJI dan MDRT Indonesia Terus Dorong Kompetensi Agen Asuransi Jiwa
“Harapannya, kerja sama ini dapat memberikan kontribusi pada kebutuhan pemasar industri perasuransian dan mencetak SDM asuransi yang memiliki kompetensi yang mumpuni dan siap bersaing secara lokal maupun global. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengetahui dan membeli produk-produk asuransi umum,” ujarnya, di Jakarta, Selasa, 5 September 2023.
Budi menjelaskan, bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk berkolaborasi pada perbaikan dan rencana ini telah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kita coba menjawab pertanyaan dari pihak luar terkait bagaimana kurikulum dan mekanisme untuk kriteria kelulusan para agen asuransi umum, bagaimana prosesnya sudah benar atau tidak,” tegasnya.
Baca juga: OJK Catat Pendapatan Premi Asuransi Turun 2,34 Persen, Gara-Gara Unit Link?
Tujuan lain dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan tata kelola dalam memasarkan produk asuransi melalui agen. Karena, peran agen bagi perusahaan asuransi sangat penting, serta untuk meminimalisir risiko kesalahan-kesalahan yang akan terjadi saat penjualan produk asuransi.
“Dalam satu bulan ke depan, AAUI dan A3UI akan membuat program-program yang nantinya dapat memfasilitasi para agen asuransi umum untuk segera mengembangkan kompetensi serta memenuhi target agen tersertifikasi di 2023 ini,” tutup Budi. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More