Ilustrasi: Dampak tarif Trump terhadap asuransi marine cargo. (Foto: istimewa)
Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah menetapkan kebijakan tarif untuk Indonesia sebesar 32 persen yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2025.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, menuturkan kebijakan tarif Trump tersebut memiliki efek domino terhadap ekosistem perdagangan internasional, termasuk lini asuransi marine cargo.
“Asuransi marine cargo sangat erat kaitannya dengan nilai dan volume perdagangan internasional,” jelas Budi kepada Infobanknews, 11 Juli 2025.
Baca juga: 6 Perusahaan Asuransi dan 9 Dana Pensiun Masuk Pengawasan Khusus OJK
Menurut Budi, tarif Trump berpotensi menyebabkan penurunan aktivitas ekspor Indonesia. Sejurus dengan itu, volume pengangkutan barang lintas negara akan menurun.
“Jika volume ekspor menurun akibat kenaikan tarif, maka premi asuransi marine cargo juga akan terdampak turun, terutama dari segmen polis pengangkutan barang ekspor, jelas Budi.
“Ini akan memengaruhi kontribusi lini marine cargo terhadap total premi asuransi umum nasional, yang saat ini sekitar 5-6 persen dari total premi industri,” tambah Budi.
Meski demikian dari sisi klaim, Budi bilang memang tidak secara langsung terpengaruh oleh tarif. Namun, perlu dicermati bahwa penurunan volume muatan bisa berdampak pada perubahan perilaku logistik.
“Misalnya konsolidasi kargo, pergeseran jalur distribusi, atau bahkan penggunaan penyedia logistik baru, yang dalam jangka panjang bisa mengubah pola risiko dan frekuensi klaim,” imbuhnya.
Baca juga: Kontribusi Asuransi Kesehatan Swasta Masih Minim, OJK Siapkan POJK Baru
Berdasarkan hal tersebut, AAUI melihat pentingnya kolaborasi dengan para pelaku usaha dan regulator untuk mengantisipasi dampak ini. Beberapa langkah yang didorong antara lain:
“Kami berharap kebijakan perdagangan antar negara tetap berpijak pada prinsip saling menguntungkan, dan industri asuransi siap mengantisipasi dampaknya melalui pendekatan yang agile dan kolaboratif,” tutup Budi. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More