Jakarta – Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengungkapkan, hingga 2020, mayoritas produk asuransi yang dipasarkan industri asuransi jiwa ialah melalui jalur distribusi bancassurance dan keagenan.
“Dua channel yang paling besar, sekitar 85-90% pendapatan premi kami itu datang dari channel bancassurance dan keagenan. Jadi bancassurance dan agensi masih menjadi tulang punggung industri asuransi jiwa. Sementara, kalau dilihat dari produknya itu adalah unit link,” katanya di Jakarta, Rabu, 28 April 2021.
Untuk mendorong penetrasi asuransi dan mampu menjangkau masyarakat Indonesia secara meluas, lanjut Budi, tentunya jalur distribusi atau penjualan lainnya untuk produk asuransi di luar jalur bancassurance dan keagenen perlu terus didorong.
“Mungkin harus ditemukan channel-channel distribusi lain sebagai alternatif yang bisa menjangkau masyarakat Indonesia secara luas, dan mungkin terasa lebih efisien bagi masyarakat Indonesia yang preminya tahunannya tidak terlalu besar,” katanya. (*) Bagus Kasanjanu
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More
Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More
Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More
Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More