Moneter dan Fiskal

BI Sebut Defisit Transaksi Berjalan Tekor di Atas US$25 Miliar

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) tahun ini bisa mencapai US$25 miliar atau membengkak bila dibandingkan dengan posisi tahun lalu yang sebesar US$17,3 miliar atau 1,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kalau dilihat neraca perdagangan dan jasa kita, neraca transaksi berjalan berat, tekornya tambah gede. Sehingga kenapa defisit transaksi berjalannya lebih besar, kalo tahun lalu US$17,3 miliar. Tahun ini bisa US$25 miliar bahkan bisa lebih,” ujar Perry di Gedung BI, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018.

Dia mengungkapkan, kondisi neraca perdagangan yang belum memuaskan telah memicu defisit transaksi melebar. Hal ini tercermin dari kondisi ekspor yang tidak jauh lebih tinggi dari nilai impor. Adapun ekspor Indonesia Juni 2018 mencapai US$13,00 miliar atau menurun 19,80 persen. Sedangkan impor tercatat  US$11,26 miliar.

“Karena apa, memang ekspornya baik meningkat, tapi impornya lebih besar sehingga kenapa defisit transaksi berjalannya lebih besar, kalo tahun lalu US$17,3 miliar, tahun ini bisa US$25 miliar bahkan bisa lebih,” ucapnya.

Sebelumnya Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, meski defisit transaksi berjalan membengkak, namun defisit masih di bawah 3 persen dari PDB. Agar terus terjaga di bawah target, BI mengambil langkah untuk menarik dana asing. Salah satu kebijakan bank sentral ialah reaktivasi Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada Senin kemarin.

Adapun defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2018 tercatat US$5,5 miliar atau 2,1 persen dari PDB. Defisit tersebut lebih rendah dari posisi triwulan sebelumnya yang mencapai US$6 miliar atau 2,3 persen dari PDB. Penurunan defisit transaksi berjalan terutama dipengaruhi oleh penurunan defisit neraca jasa dan peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

2 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

2 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

5 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

6 hours ago

Arus Mudik Mulai Naik, Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Pakai 1 Kartu e-Toll

Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More

8 hours ago