News Update

9.700 Pelajar RI Ikut Program ZEP, Lahirkan 120 Bisnis Bernilai Rp950 Juta

Jakarta – Sebanyak 9.700 pelajar dari 50 SMA/SMK di 14 kota dan kabupaten di Indonesia terinspirasi menjadi wirausahawan muda yang tangguh dan berkelanjutan. Hal ini tak terlepas dari program Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.

Country Manager Zurich Indonesia, Edhi Tjahja Negara, mengatakan bahwa pihaknya antusias melihat bagaimana ZEP menjadi katalisator bagi ribuan siswa untuk siap menghadapi tantangan dan menciptakan masa depan yang lebih cerah, baik untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

“Zurich Indonesia percaya bahwa membekali generasi muda dengan keterampilan wirausaha dan pemahaman keuangan yang kuat adalah salah satu cara paling efektif untuk membangun masa depan yang berkelanjutan,” katanya, dikutip Selasa, 11 Juni 2025.

Ia menjelaskan, program ZEP mengusung pendekatan experiential learning yang memperkenalkan siswa pada proses membangun dan menjalankan usaha secara langsung–mulai dari identifikasi masalah, perumusan solusi, hingga eksekusi ide bisnis.

Baca juga: Premi Asuransi Perjalanan Zurich Syariah Tumbuh 45 Persen di April 2025

“Tahun ini, pendekatan design thinking dan project management diperkenalkan untuk memperkuat keterampilan berpikir kritis, kerja tim, dan kepemimpinan siswa,” jelasnya.

Adapun fokus pengembangan ide bisnis diarahkan pada tiga isu penting yakni ekonomi sirkular, gaya hidup sehat, dan perubahan iklim. 

Siswa tidak hanya didorong untuk mengembangkan ide bisnis yang bernilai komersial, tetapi juga diajak untuk membangun makna dan dampak dari setiap gagasan yang dihasilkan.

Hasilnya, selama tiga tahun pelaksanaan, terbentuk 120 bisnis baru dengan total pendapatan usaha mencapai lebih dari Rp950 juta.

Pengalaman Belajar Inklusif

Head of Enabling Social Equity Z Zurich Foundation, Adriana Poglia menambahkan, program ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang inklusif dan transformatif, membangun kepercayaan diri siswa untuk bermimpi besar dan membentuk masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Ketika generasi muda memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas, peluang meraih kesuksesan, dan lingkungan yang mendukung, maka mereka dapat mencapai apapun tanpa batas,” katanya. 

Menurutnya, partisipasi aktif dari para sukarelawan Zurich Indonesia memperkuat pengalaman belajar siswa dengan wawasan dunia kerja yang nyata, dan membangun semangat kepemimpinan muda. 

Baca juga: Zurich Syariah dan Muhammadiyah Kolaborasi Dukung Ekosistem Wirausaha

Dengan dukungan 228 karyawan Zurich Indonesia yang terlibat aktif dalam 565 sesi pendampingan, ZEP berhasil mengubah ruang kelas menjadi laboratorium ide bisnis yang dinamis dan relevan.

Puncak pencapaian tahun ketiga ini juga ditandai dengan prestasi tim siswa Indonesia yang meraih juara ketiga dalam ajang JA Asia Pacific Company of the Year Competition di Jepang pada Maret 2025. 

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran kewirausahaan yang konsisten dan relevan mampu mendorong potensi generasi muda Indonesia ke tingkat global.

Kolaborasi Lintas Sektor Tingkatkan Dampak Pendidikan

Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner menambahkan, ZEP menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat transformasi pendidikan. 

“Melalui kemitraan strategis dengan sektor swasta, pemerintah, institusi pendidikan, dan komunitas, seperti yang kami lakukan bersama Zurich Indonesia dan Z Zurich Foundation, kami mampu menghadirkan pengalaman belajar kewirausahaan yang berdampak dan berdaya guna bagi sekolah, guru, dan siswa,” bebernya.

Sebagai informasi, perjalanan Zurich Entrepreneurship Program telah membangun ekosistem pembelajaran yang memperkaya kurikulum, mendorong integrasi nilai keberlanjutan, serta memperkuat literasi dan inklusi keuangan. 

Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation dan Prestasi Junior Indonesia berkomitmen untuk terus menciptakan ruang bagi generasi muda Indonesia agar bisa belajar, tumbuh, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang inklusif. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

6 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

11 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

12 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

13 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

23 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

24 hours ago