Menkop Ferry Juliantono dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Program Tiga Juta Rumah, yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Kampus IPDN, Jatinangor, Senin (27/10).
Poin Penting
Jakarta – Kementerian Koperasi mencatat, hingga Oktober 2025 terdapat 82.223 koperasi desa (Kopdes) yang telah berstatus badan hukum dengan total 1,12 juta anggota.
Dari jumlah tersebut, 68.603 kopdes telah memiliki akun Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes), dan 18.049 di antaranya aktif memperbarui data, termasuk status kepemilikan gerai yang beroperasi.
“Setelah peresmian, kami bergerak cepat membangun fisik gudang dan gerai. Saat ini kami fokus pada pembangunan fisik sebagai prasyarat operasionalisasi (Kopdes),” kata Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, dalam keterangannya, Selasa, 28 Oktober 2025.
Baca juga: Wamenkop Dorong Rebranding Kopdes Merah Putih Jadi Koperasi Modern dan Produktif
Ferry menegaskan, setelah Kopdes/Kel Merah Putih beroperasi, lembaga tersebut akan menjadi saluran baru bagi pemerintah dalam stabilisasi harga pangan dan pengendalian inflasi.
Kopdes juga akan berperan sebagai lembaga ekonomi akar rumput yang dapat menjadi saluran distribusi program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial dan subsidi langsung ke masyarakat.
“Ketika operasionalisasi koperasi ini berjalan maka proses monitoring terhadap inflasi akan lebih detail dan komplit dan intervensi pemerintah (untuk mengendalikan inflasi) bisa langsung dilakukan melalui Koperasi Desa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih juga akan berfungsi sebagai offtaker hasil produksi masyarakat, baik dari sektor perkebunan, pertanian, hingga kerajinan.
Baca juga: Presiden Prabowo Minta Menu Makan Bergizi Gratis Tambah Lauk, Ini Alasannya
Produk-produk tersebut nantinya dapat disimpan di gudang Kopdes, dan didistribusikan kembali ketika terjadi gejolak harga, sehingga dapat membantu menstabilkan pasokan dan harga komoditas.
“(Contohnya) gabah dari petani bisa dibeli oleh koperasi kemudian disimpan di gudang. Ini juga dalam rangka untuk membantu menjaga stok dan mencegah lonjakan harga,” katanya.
Ferry berharap, operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih secara nasional pada 2026 dapat membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan swasembada pangan nasional.
“Kalau koperasi desa berjalan, negara kembali hadir menguasai produk yang menjadi hajat hidup orang banyak. Kita bisa kurangi impor dan membangun swasembada pangan, energi, dan sektor strategis lainnya,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari… Read More
Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More