News Update

80 Ribu Pekerja Kena PHK hingga Desember 2024, Terbanyak di Jakarta!

Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menghantam para pekerja di Indonesia. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebut, ada 80.000 pekerja yang menjadi korban PHK selama periode Januari-Desember 2024.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer mengatakan, angka tersebut belum termasuk dengan rencana 60 perusahaan yang bakal melakukan PHK terhadap pekerja.

“Ada 80.000 lah ya. Belum lagi kemarin saya diskusi dengan beberapa kawan-kawan, ada sekitar 60 perusahaan yang akan melakukan PHK. Dan ini mengerikan sekali gitu loh,” katanya, dikutip Selasa, 24 Desember 2024.

Baca juga : Soal PKPU, Mayoritas Kreditur Minta Pan Brothers Hindari Potensi PHK Massal

Ia menyebut, tingginya gelombang PHK terhadap pekerja terjadi lantaran adanya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

“Memang ada beberapa kritikan-kritikan soal sumber dari masalah ini. Ini ya kawan-kawan yang memberi masukan ke saya entah itu pengusaha, entah itu kawan-kawan serikat pekerja. Dia bilang bahwa sumbernya itu adalah Permendag nomor 8. Lalu, meringankan yang namanya impor bahan jadi,” bebernya.

Dikutip data resmi Satu Data Ketenagakerjaan milik Kemenaker, Selasa (24/12), pada periode Januari-November 2024 terdapat 67.870 orang tenaga kerja yang ter-PHK. 

Baca juga : Gawat! Bos Gaikindo Ungkap PPN 12 Persen Bisa Picu PHK Massal di Industri Otomotif

Tenaga kerja kena PHK paling banyak terdapat di Provinsi DKI Jakarta, yaitu sekitar 21,37 persen dari jumlah tenaga kerja kena PHK yang dilaporkan.

DKI Jakarta sendiri mencatatkan sebanyak 14.501 pekerja yang ter-PHK sepanjang periode tersebut.

Daftar 7 Provinsi PHK Terbanyak Januari-November 2024

1. DKI Jakarta: 14.501 pekerja 

2. Jawa Tengah: 13.012 pekerja 

3. Banten: 10.727 pekerja 

4. Sulawesi Tengah: 1.994 pekerja 

5. Bangka Belitung: 1.902 pekerja

6. Sulawesi Tenggara: 1.156 pekerja

7. Riau: 1.109 pekerja (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

5 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

10 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

10 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

10 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

10 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

11 hours ago