Nasional

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting

  • BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok Kelapa dan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.
  • Operasional SPPG Pondok Kelapa dihentikan sementara karena fasilitas dapur belum memenuhi standar.
  • Sebanyak 60 orang terdampak diduga akibat makanan tidak segar, BGN akan memperketat pengawasan ke depan.

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta menghentikan operasional dapur terkait.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Nanik, dalam keterangannya, Sabtu, 4 April 2026.

Baca juga: BGN Hentikan Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Ini Alasannya

Ia menegaskan, BGN telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional SPPG sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya pengamanan.

“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” tegasnya.

Puluhan Siswa Terdampak

Sebagai informasi, insiden itu terjadi pada Jumat (3/4), setelah sebelumnya pada Kamis (2/4) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan.

Baca juga: Kepala BGN Beberkan 93 Persen Anggaran Rp268 T ke MBG, Ini Rinciannya

Menu yang disajikan saat itu meliputi spageti, bola-bola daging, orak-arik tahu telur, sayuran campur, dan stroberi.

Total hingga saat ini diidentifikasi sebanyak 60 orang terdampak. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Diduga Akibat Makanan Tidak Segar

Dugaan sementara, insiden dipicu makanan yang tidak dalam kondisi segar. Jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi diduga menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

1 hour ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

9 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

14 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

15 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

16 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

1 day ago