Categories: KeuanganNews Update

60 Persen Pengguna Didominasi Gen Z-Milenial, Akulaku Finance Agresif Perluas BNPL

Poin Penting

  • Sebanyak 60% pengguna Akulaku Finance berasal dari Gen Z dan milenial, menjadikan generasi muda sebagai pasar utama layanan BNPL.
  • BNPL masih menjadi tulang punggung bisnis, dengan transaksi mayoritas dilakukan melalui platform e-commerce.
  • Akulaku memperluas kemitraan bank dan merchant offline untuk memperkuat penetrasi pasar dan inklusi keuangan.

Jakarta – Model pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) masih menjadi tulang punggung bisnis PT Akulaku Finance Indonesia.

Dengan basis pengguna yang didominasi generasi muda dan dukungan ekosistem digital yang kuat, perusahaan optimistis dapat terus memperluas inklusi keuangan di Indonesia.

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Selangor, mengatakan kekuatan utama perusahaan terletak pada basis pengguna yang besar serta ekosistem digital yang terintegrasi dengan berbagai platform belanja.

“Menariknya, kami memiliki jutaan registered users dan sebagian besar didominasi oleh Gen Z dan milenial, sekitar 60 persen dari total pengguna kami,” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Baca juga: BNPL Masih jadi Andalan, Akulaku Finance Bukukan Pembiayaan Rp7,44 Triliun di 2025

Dominasi generasi muda tersebut mencerminkan kuatnya penetrasi layanan BNPL di kalangan digital natives.

Dari sisi demografi, kelompok usia 22-29 tahun menjadi kontributor terbesar dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 9,6 juta orang. Sementara kelompok usia 30-39 tahun mencapai sekitar 6,4 juta pengguna.

Secara geografis, konsentrasi pengguna masih didominasi wilayah Pulau Jawa. Jawa Barat tercatat menjadi provinsi dengan basis pengguna terbesar, mencapai sekitar 7,9 juta pengguna, diikuti sejumlah provinsi lain di Pulau Jawa.

Didukung Ekosistem Digital dan Perbankan

Selain didukung basis pengguna yang luas, bisnis Akulaku Finance juga diperkuat oleh kemitraan dengan berbagai lembaga perbankan.

“Dalam mendukung strategi bisnis kami, saat ini kami juga didukung dan dipercaya oleh 16 bank partners,” kata Perry.

Dari sisi perilaku transaksi, pembiayaan Akulaku masih didominasi oleh transaksi online melalui berbagai platform e-commerce. Sementara itu, transaksi di kanal offline saat ini baru menyumbang sekitar 24 persen dari total transaksi.

Menariknya, mayoritas pengguna BNPL Akulaku cenderung memilih tenor pembiayaan yang relatif pendek.

“Walaupun kami menawarkan tenor mulai dari satu, tiga, hingga 12 bulan, tetapi yang paling banyak digunakan justru tenor satu bulan,” jelas Perry.

Baca juga: Akulaku Finance Targetkan Pembiayaan Baru Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Strateginya

Ia menambahkan, layanan BNPL perusahaan banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan belanja sehari-hari di berbagai platform e-commerce. Karena itu, perusahaan terus fokus menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi generasi digital.

Saat ini layanan BNPL Akulaku telah terintegrasi dengan berbagai platform e-commerce besar seperti Tokopedia dan Blibli, sehingga pengguna dapat mengakses fasilitas kredit secara instan saat berbelanja.

“Pengguna dapat langsung mengakses kredit secara instan saat berbelanja online. Transaksi juga berjalan 24 jam di ekosistem digital kami,” jelas Perry.

Perluas Jaringan Merchant Offline

Ke depan, perusahaan juga berencana memperluas jaringan kemitraan di kanal offline untuk memperkuat penetrasi pasar. Dengan memperbanyak kerja sama dengan merchant di berbagai daerah, Akulaku Finance berharap dapat menjangkau lebih banyak konsumen di luar ekosistem digital.

“Kami akan terus memperluas kemitraan di kanal offline agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

ART RI-AS Diteken, Indonesia Bisa Digugat Banyak Pihak, Ini Alasannya!

Poin Penting Perjanjian ART RI–AS berpotensi digugat di WTO karena dinilai terlalu menguntungkan Amerika Serikat… Read More

57 mins ago

IHSG Berpeluang Terkoreksi, 4 Saham Ini Layak Dicermati

Poin Penting MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG 6 Maret 2026 bisa turun, dengan area koreksi 7.140–7.391.… Read More

59 mins ago

Celios Ungkap Dugaan Politik Rente di Balik ART RI dan AS, KPK-PPATK Diminta Turun Tangan

Poin Penting Celios menilai perjanjian ART RI–AS tidak setara dan lebih banyak merugikan Indonesia dibandingkan… Read More

3 hours ago

MUF Tetap Tumbuh di Tahun Menantang, Bidik Laba Rp500 Miliar pada 2026

Poin Penting Penyaluran pembiayaan mencapai Rp24,1 triliun pada 2025, sementara aset naik menjadi Rp40 triliun… Read More

4 hours ago

Akulaku Finance Targetkan Pembiayaan Baru Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Akulaku Finance menargetkan pembiayaan baru Rp8,2 triliun pada 2026, tumbuh 12 persen. NPF… Read More

9 hours ago

Pegadaian Perluas Akses Investasi Emas, Top Up Tabungan Kini Bisa Lewat PRIMA

Poin Penting Pegadaian mengintegrasikan Tabungan Emas dengan Jaringan PRIMA, sehingga top up kini bisa dilakukan… Read More

10 hours ago