Kantor Akulaku. (Foto: Tangkapan layar web Akulaku
Poin Penting
Jakarta – Model pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) masih menjadi tulang punggung bisnis PT Akulaku Finance Indonesia.
Dengan basis pengguna yang didominasi generasi muda dan dukungan ekosistem digital yang kuat, perusahaan optimistis dapat terus memperluas inklusi keuangan di Indonesia.
Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Selangor, mengatakan kekuatan utama perusahaan terletak pada basis pengguna yang besar serta ekosistem digital yang terintegrasi dengan berbagai platform belanja.
“Menariknya, kami memiliki jutaan registered users dan sebagian besar didominasi oleh Gen Z dan milenial, sekitar 60 persen dari total pengguna kami,” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca juga: BNPL Masih jadi Andalan, Akulaku Finance Bukukan Pembiayaan Rp7,44 Triliun di 2025
Dominasi generasi muda tersebut mencerminkan kuatnya penetrasi layanan BNPL di kalangan digital natives.
Dari sisi demografi, kelompok usia 22-29 tahun menjadi kontributor terbesar dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 9,6 juta orang. Sementara kelompok usia 30-39 tahun mencapai sekitar 6,4 juta pengguna.
Secara geografis, konsentrasi pengguna masih didominasi wilayah Pulau Jawa. Jawa Barat tercatat menjadi provinsi dengan basis pengguna terbesar, mencapai sekitar 7,9 juta pengguna, diikuti sejumlah provinsi lain di Pulau Jawa.
Selain didukung basis pengguna yang luas, bisnis Akulaku Finance juga diperkuat oleh kemitraan dengan berbagai lembaga perbankan.
“Dalam mendukung strategi bisnis kami, saat ini kami juga didukung dan dipercaya oleh 16 bank partners,” kata Perry.
Dari sisi perilaku transaksi, pembiayaan Akulaku masih didominasi oleh transaksi online melalui berbagai platform e-commerce. Sementara itu, transaksi di kanal offline saat ini baru menyumbang sekitar 24 persen dari total transaksi.
Menariknya, mayoritas pengguna BNPL Akulaku cenderung memilih tenor pembiayaan yang relatif pendek.
“Walaupun kami menawarkan tenor mulai dari satu, tiga, hingga 12 bulan, tetapi yang paling banyak digunakan justru tenor satu bulan,” jelas Perry.
Baca juga: Akulaku Finance Targetkan Pembiayaan Baru Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Strateginya
Ia menambahkan, layanan BNPL perusahaan banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan belanja sehari-hari di berbagai platform e-commerce. Karena itu, perusahaan terus fokus menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi generasi digital.
Saat ini layanan BNPL Akulaku telah terintegrasi dengan berbagai platform e-commerce besar seperti Tokopedia dan Blibli, sehingga pengguna dapat mengakses fasilitas kredit secara instan saat berbelanja.
“Pengguna dapat langsung mengakses kredit secara instan saat berbelanja online. Transaksi juga berjalan 24 jam di ekosistem digital kami,” jelas Perry.
Ke depan, perusahaan juga berencana memperluas jaringan kemitraan di kanal offline untuk memperkuat penetrasi pasar. Dengan memperbanyak kerja sama dengan merchant di berbagai daerah, Akulaku Finance berharap dapat menjangkau lebih banyak konsumen di luar ekosistem digital.
“Kami akan terus memperluas kemitraan di kanal offline agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Komisi Pengawas Persaingan Usaha menjatuhkan denda total Rp755 miliar kepada 97 penyelenggara pindar… Read More
Poin Penting AFTECH berharap formasi baru Dewan Komisioner OJK dapat memperkuat kebijakan dan pengawasan industri… Read More
Poin Penting KPK mencatat 67,98% penyelenggara negara telah melaporkan LHKPN 2025 hingga 11 Maret 2026… Read More
Poin Penting Gubernur Babel mewajibkan ASN menggunakan sepeda atau kendaraan roda dua untuk menekan konsumsi… Read More
Poin Penting DPR meminta wacana belajar dari rumah untuk efisiensi energi dikaji hati-hati, karena berpotensi… Read More
Poin Penting PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan KPR subsidi Rp16,79 triliun kepada 122.838… Read More