Jakarta- Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Samuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan, tercatat sebesar 65 persen masyarakat Indonesia sangat mudah mempercayai berita ataupun kabar yang dibaca di media sosial maupun internet.
Berlandaskan data tersebut, Samuel menilai, masyarakat Indonesia masih rentan mempercayai berita bohong (hoax) yang disebar di internet maupun media sosial.
“Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap berita di media sosial atau internet ini cukup besar 65 persen. Mereka bila baca berita langsung percaya gitu saja tanpa ada check ricek ini bahaya. Di internet segala sesuatu gampang di percaya,” ungkap Samuel di Plaza UOB Jakarta, Jumat 8 Desember 2017.
Samuel menambahkan, guna menangani persoalan tersebut pihaknya terus menggencarkan literasi dengan penyelenggaraan seminar di berbagai kota.
“Gerakan kita untuk menghindari berita hoax adalah dari hulu ke hilir. Dari hulunya kita literasi dan di pertengahan kita lakukan pendampingan dan di hilirnya juga harus tegas melakukan tindakan kalau sudah ada yang berbahaya,” jelas Samuel.
Kemkominfo juga telah menyelenggarakan rangkaian pelatihan “Indonesia: Cerdas Bermedia Sosial” guna memberdayakan generasi muda untuk dapat berkreasi membuat video positif. Rangkaian pelatihan tersebut diselenggarakan di 10 kota di Indonesia dan telah melatih lebih dari 2000 siswa dari 100 SMA/SMK.
Poin Penting AAJI resmi membuka pencalonan Ketua Dewan Pengurus periode 2026-2028, yang akan diputuskan melalui… Read More
Poin Penting AAJI menunjuk dua Plt Ketua, yakni Albertus Wiroyo dan Handojo G. Kusuma, usai… Read More
Poin Penting Dana riset nasional naik menjadi Rp12 triliun, setelah Presiden Prabowo menambah anggaran sebesar… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 dan seluruh indeks domestik berakhir… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,55 persen sepekan dan ditutup di level 9.075,40, sekaligus mencetak rekor… Read More
Poin Penting Modalku menyalurkan pendanaan Rp9,2 triliun kepada lebih dari 74 ribu UKM sejak berdiri… Read More