Headline

60% Cybercrime Perbankan Dilakukan Orang Dalam

Jakarta–Ancaman kejahatan dunia maya (cybercrime) pada industri jasa keuangan khususnya perbankan terus meningkat. Sehingga perbankan diminta dapat waspada dan meningkatkan keamanan sistem Teknologi Informasi (IT).

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Agung Setya dalam seminar yang diselenggarakan Majalah Infobank, di Jakarta, Selasa, 5 April 2016.

“Bank harus bisa meningkatkan cyber security-nya. Karena ada generasi terbaru pada kejahatan ini yang harus kita waspadai. Ini harus kita lihat, kemudian kita cari kelemahannya,” ujar Agung.

Menurutnya, sebagian besar atau 60% kejahatan dunia maya dilakukan oleh pihak dalam (internal) pada bank itu sendiri. Dia mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya fraud (kecurangan) yang dilakukan oleh pegawai bank.

“Ada 3 hal yang mendorong terjadinya sebuah upaya fraud, yaitu pressure (dorongan), opportunity (peluang), dan rationalization (rasionalisasi),” tukas Agung.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, bahwa tindak pidana cybercrime tersebut memang telah menyasar pada institusi perbankan dan menimbulkan kerugian besar terhadap nasabah bank tersebut.

“Kejahatan ini tidak terkendala oleh jarak atau batas yuridiksi seuatu negara dan tidak terbatas waktu jam untuk melakukan kejahatan itu,” tutup Agung. (*)

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

4 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

5 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

5 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

5 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

6 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

6 hours ago