Ancaman Bom, Buat Nilai tukar Rupiah Kembali Dekati Rp14.000/US$
Jakarta–Sepanjang semester satu tahun ini, pemerintah tercatat telah memeroleh utangan sebesar Rp207,8 triliun. Ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam membiayai proyek-proyek infrastruktur.
“Realisasi hingga semester I-2017 defisit berada di level 1,29 persen dengan total penarikan utang mencapai Rp207,8 triliun,”ungkap Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Banggar DPR dengan Pemerintah terkait dengan realisasi semester I-2017 di Kompleks DPR-RI, Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.
Dalam Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017, pemerintah juga memprediksi (outlook) peningkatan defisit anggaran sebesar 2,67 perssen, dengan total pembiayaan utang yang terdiri dari SBN neto dan pinjaman neto sebesar Rp427 triliun.
“Dengan begitu, pada semester dua tahun anggaran 2017, pemerintah masih bisa menarik utang sebesar Rp220 triliun,” ungkap Sri Mulyani.
Ditemui di tempat yang sama, Ketua Badan Anggaran DPR, Aziz Syamsudin mengatakan, utang negara harus dilakukan sesuai term and condition dari waktu ke waktu, dalam proses untuk pengembaliannya. Apalagi, penerimaan negara belum bisa optimal. “Namun secara teori dalam posisi masih dalam batas aman,” katanya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More