Keuangan

52 Tahun Askrindo: Transform, Be The Great Leader

TRANSFORMASI yang diderapkan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mendapatkan ganjaran kinerja positif yang berkelanjutan. Sepanjang 2022, Askrindo membukukan laba setelah pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp1,59 triliun, atau tumbuh sebesar 39,32% dibandingkan dengan pencapaian pada 2021 (audited). Kemudian, total aset konsolidasi sampai dengan 31 Desember 2022 (unaudited) meningkat sebesar 6,21%, atau mencapai sebesar Rp37,70 triliun. Lalu, total ekuitas konsolidasi per31 Desember 2022 (unaudited) mencapai sebesar Rp12,15 triliun, tumbuh sebesar 9,29% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Selain itu, sebagai salah satu bentuk kontribusi besar Askrindo pada 2022 Askrindo terhadap asuransi kredit di Indonesia, yakni mampu menjadi penjamin penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp164,9 triliun. Serta, Kredit Modal Kerja Pemulihan Ekonomi Nasional (KMK PEN) sebesar Rp4,4  triliun,” terang Priyastomo, Direktur Utama Askrindo.

Pencapaian yang diraih Askrindo merupakan buah manis dari langkah transformasi yang dihelat Priyastomo sejak diamanatkan jabatan Dirut. Langkah transformasi awal yang diderapkan ialah tata kelola organisasi, di mana struktur organisasi dan sistem yang diperbaiki dan berbasis prinsip good corporate governance (GCG) menjadi pendorong utama langkah berikutnya. Kemudian, dilanjutnya dengan transformasi sumber daya manusia (SDM), di antaranya dilakukan dengan menerapkan merit system dengan landasan key performance indicator (KPI), penerapan proses assessment di setiap jenjang karier, dan merancang roadmap transformasi SDM.

Selanjutnya, menerapkan transformasi business process. Ini menjadi kunci sukses bagi Askrindo dalam membangun layanan yang prima, dan mempercepat akselerasi bisnis dan operasional. Berikutnya, transformasi teknologi informasi (TI). Tidak hanya dalam proses operasional di dalamnya saja, melainkan juga hingga layanan ke pelanggan. Karena, transformasi digital di Askrindo bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi proses bisnis dan operasional, percepatan pengambilan keputusan, serta peningkatan resiliensi dan kemampuan adaptasi perusahaan terhadap perubahan yang mungkin terjadi.

Transformasi TI ini juga diikuti transformasi keuangan dan akuntansi dengan mengembangkan Enterprise Resource Planning (ERP). Pengembangan sistem ERP diprioritaskan untuk modul finance & accounting, serta procurement dan fixed asset. Pengembangan ERP ini sekaligus menjawab tantangan making Indonesia 4.0 di mana seluruh sistem/aplikasi telah terintegrasi.

“Transformasi digital di Askrindo berpedoman pada Peraturan Menteri BUMN No. 3 Tahun 2018 mengenai Panduan Penyusunan Pengelolaan TI BUMN, di mana ada tiga area yang menjadi fokus perubahan yang dilakukan, yaitu customer experience, operational process, dan business model. Sehingga transformasi yang dilakukan Askrindo akan selalu menitikberatkan pada ketiga area tersebut,” jelas Priyastomo.

Melalui transformasi yang dilakukan, Askrindo telah merancang target untuk mencapai visi “Menjadi penyedia solusi pengelola risiko terpercaya dengan layanan bernilai tambah yang berkesinambungan guna mendukung perekonomian nasional”. Untuk mendukung visi tersebut, memiliki misi, di antaranya menjalankan kegiatan usaha penanggungan risiko yang mendukung pembangunan ekonomi nasional terutama program Pemerintah dalam pengembangan UMKM dan usaha korporasi lainnya; serta memberikan solusi pengelolaan risiko dengan layanan bernilai tambah kepada pelanggan dan mitra bisnis secara komprehensif dan berkesinambungan.

Sementara itu soal kinerja, Askrindo menargetkan premi konsolidasi sebesar Rp9,51 triliun, dan laba setelah pajak konsolidasi sebesar dan Rp1,80 triliun pada 2023.

Di usianya yang ke-52, tepatnya pada 6 April 2023, Askrindo memasang tagline “Transform, Be The Great Leader”.  Berbagai rangkaian kegiatan pun telah disiapkan, yakni media gathering, Askrindo peduli lingkungan, Askrindo peduli pendidikan dan sosial, lomba internal, serta talkshow UMKM.

“Tahun ini kami mengusung semangat terus berinovasi dan tumbuh. Kami akan menjadi yang terbaik di industri asuransi yang sehat. Transform, be the great leader,” pungkas Priyastomo. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

8 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

8 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

9 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

9 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

9 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

11 hours ago