Market Update

500 Saham Terkoreksi, IHSG Ditutup Loyo ke Level 8.620

Poin Penting

  • IHSG ditutup melemah 0,92 persen ke level 8.620,48, dengan 500 saham terkoreksi dan nilai transaksi mencapai Rp34,32 triliun.
  • Seluruh indeks acuan kompak terkoreksi, sementara sektor infrastruktur, non-siklikal, dan transportasi menjadi penekan utama; hanya sektor energi, industrial, dan siklikal yang menguat.
  • Top gainers dipimpin MTMH, KIJA, dan BUMI; sedangkan top losers mencakup MORA, DSNG, dan LSIP, dengan BUMI, BKSL, dan DEWA menjadi saham paling aktif diperdagangkan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini Kamis, 11 Desember 2025 ditutup merah ke level 8.620,48 atau melemah 0,92 persen dari level 8.700,92. 

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 500 saham terkoreksi, 201 saham menguat, dan 98 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 69,91 miliar saham diperdagangkan dengan 3,60 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp34,32 triliun.

Baca juga: Perusahaan Milik Hashim Djojohadikusumo Jadi Pemegang Saham COIN

Seluruh Indeks Merah

Tidak hanya itu, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak melemah. Ini terlihat dari LQ45 yang turun 1,15 persen ke 847,09, JII (-1,01 persen) menjadi 581,86, IDX30 (-1,66 persen) menjadi 433,70, dan Sri-Kehati (-1,62 persen) menjadi 375,41.

Pelemahan juga diikuti sejumlah sektor. Antara lain sektor infrastruktur (-4,08 persen), sektor non-siklikal (-2,34 persen), sektor transportasi (-1,74 persen), dan sektor teknologi (-1,57 persen).

Selanjutnya, sektor properti (-1,53 persen), sektor bahan baku (-0,86 persen), sektor keuangan (-0,74 persen), dan sektor kesehatan (-0,53 persen).

Sedangkan, sektor sisanya menguat dengan sektor energi naik 1,57 persen, sektor industrial meningkat 0,50 persen, dan sektor siklikal menguat 0,39 persen.

Baca juga: OJK Catat IHSG Menguat 20,18 Persen Sejak Awal 2025

Saham Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Murni Sadar Tbk (MTMH), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Sedangkan saham top losers adalah PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

J Trust Bank Rangkul Industri Kuliner demi Perkuat Ekosistem Bisnis, Ini Strateginya

Poin Penting J Trust Bank masuk industri kuliner lewat ajang Gourmet Choice 2026 sebagai bagian… Read More

21 mins ago

Saham TUGU Melesat sejak Awal Tahun, Ini Deretan Katalisnya!

Poin Penting Saham TUGU naik 15% sejak awal 2026 ke level Rp1.340, outperform dibandingkan IHSG… Read More

2 hours ago

Transformasi CX Jadi Kunci Daya Saing di Sektor Energi, Dari Layanan ke Pengalaman Pelanggan

Perubahan ekspektasi pelanggan dalam industri Energy & Public Utilities kini semakin nyata, di mana masyarakat… Read More

2 hours ago

Resmikan ISRF, IAI Dorong Penguatan Ekosistem Pelaporan Keuangan dan Keberlanjutan

Poin Penting IAI luncurkan ISRF untuk memperkuat pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dan kredibel Dorong standar… Read More

3 hours ago

Soal Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN, Menkeu Purbaya: Masih Fifty-Fifty

Poin Penting Menkeu Purbaya menyebut peluang pembayaran utang KCIC Whoosh menggunakan APBN masih 50:50 dan… Read More

4 hours ago

KEK Industropolis Batang Pikat Investor Global di China Conference Southeast Asia 2026

Poin Penting KEK Industropolis Batang tampil di China Conference Southeast Asia 2026 dan menjadi sorotan… Read More

4 hours ago