Keuangan

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting

  • PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta Syariah setelah mengantongi izin OJK pada Januari 2026.
  • Perusahaan menekankan penjagaan RBC, likuiditas, stabilisasi portofolio awal, serta mempertahankan bisnis dan nasabah eksisting pasca spin off.
  • Tripa Syariah menargetkan kemandirian penuh pada 2028, mengoptimalkan shared services, memperkuat bisnis penghasil cashflow, dan meningkatkan kualitas SDM.

Jakarta – PT Asuransi Tri Pakarta (Tripa) resmi mengumumkan rencana pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi perusahaan asuransi umum syariah yang berdiri sendiri dan akan beroperasi dengan nama PT Asuransi Tri Pakarta Syariah.

Pengumuman itu sejalan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah memberikan izin kepada Tripa Syariah sebagai perusahaan asuransi umum syariah pada akhir Januari 2026 lalu.

Tentunya sebelum mengantongi izin tersebut, Tripa Syariah sudah mulai menyampaikan dokumen lengkap ke OJK pada 24 Oktober 2025.

Baca juga: OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Berdasarkan hal itu, Direktur Utama Tripa Syariah, Herry Triyatno, menyampaikan lima strategi utama yang harus dilakukan perusahaan asuransi syariah pasca spin off.

Pertama, ia menyebut terkait dengan fundamental keuangan, dalam hal ini perusahaan perlu menjaga Risk Based Capital (RBC) dan likuiditas sesuai threshold internal dan OJK, serta mengendalikan rasio-rasio keuangan.

“Kemudian yang kedua, kaitannya dengan strategi pasca spin off ini adalah bagaimana kita harus melakukan stabilisasi portfolio awal, memastikan bahwa proses pengalihan portfolio berjalan smooth, kemudian juga harus mempertahankan existing business dan key account yang sudah ada di unit UUS,” kata Herry dalam webinar dikutip, Rabu, 25 Februari 2026.

Baca juga: AASI Siap Jadi Fasilitator Percepat Spin Off UUS Asuransi

Strategi yang ketiga, perusahaan harus melakukan optimalisasi shared services, yakni dengan meminimalkan gangguan operasional yang terkait IT, klaim, dan keuangan harus dikelola dengan baik.

“Kita perlu menyiapkan roadmap kemandirian bertahap, sehingga nanti kira-kira pada tahun 2028 kita sudah mandiri, tidak tergantung terhadap bantuan penugasan dan shared-services dari induk,” imbuhnya.

Selanjutnya poin keempat, ia menyatakan harus berfokus pada cashflow generating business, yang menjadi prioritas pada lini bisnis dengan quick turnover, lalu memperkuat channel distribusi yang sudah proven, dan menghindari long tail risk di fase stabilisasi.

Baca juga: Wacana Penerapan Asuransi bagi Wisman, Bos TRIPA Bilang Begini

Adapun poin kelima menjadi yang paling penting, karena perusahaan perlu mengelola human capital management, dengan melakukan reviu mapping kompetensi untuk status penugasan dan shared-services antara perusahaan induk dan anak.

Juga membangun blueprint pengelolaan kongomerasi asuransi antara perusahaan induk dan anak, dan program peningkatan kualitas SDM untuk mengantisipasi berakhirnya prioritas shared-services dan penugasan karyawan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

1 hour ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

1 hour ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

2 hours ago

Dorong Ekonomi Sirkular, ALVAboard dan Rekosistem Kerja Sama Kelola Sampah Kemasan

Poin Penting ALVAboard dan Rekosistem bekerja sama membangun sistem pengelolaan sampah kemasan terintegrasi untuk mendukung… Read More

3 hours ago