Ekonomi dan Bisnis

47 Perusahaan Pelat Merah Raih BUMN Brand Award 2020

Jakarta – Reputasi perusahaan tidak dibangun sekejap, tapi dipahat dengan proses yang panjang. Namun, keruntuhan reputasi bisa dalam waktu sekejap. Untuk itu, perusahaan harus memperhatikan aspek-aspek internal maupun eksternal yang bisa membahayakan reputasi perusahaan. Tak terkecuali perusahaan BUMN yang memiliki peran sebagai lembaga profit sekaligus memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mendukung program-program pemerintah.

Apalagi pada masa pandemi Covid-19. Tentunya tantangannya akan semakin berat bagi BUMN. Dalam situasi saat ini, masing-masing BUMN tentunya akan mengelola reputasi dengan gayanya masing-masing. Termasuk membangun reputasinya di mata kaum milenial.

Iconomics melihat reputasi terutama pada masa pandemi dan pasca pandemi Covid-19 menjadi salah satu isu yang sangat penting. Oleh karena itu, dalam acara webinar yang dilanjutkan dengan virtual award mengusung tema “Corporate Reputation Sebelum dan Sesudah Pandemi Covid-19” yang mengupas strategi perusahaan dan industrinya dalam mempertahankan reputasi korporat di masa pandemi Covid-19 dan era kenormalan baru ini.

Dalam acara tersebut, Iconomics menghadirkan pembicara Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Kabinet Pembangunan VII Tanri Abeng. Ia menjelaskan pengalamannya dalam mengatasi krisis ekonomi dan memperbaiki 159 BUMN yang kurang sehat kala itu tahun 1998. “Saya usulkan ke Bapak Presiden Soeharto untuk memprofitisasi, restrukturisasi dan terakhir privatisasi,” katanya dalam sambutannya di penghargaan BUMN Brand Award 2020 yang digelar virtual di Jakarta.

Ia mengungkapkan, saat itu terbentuklah 10 holding BUMN. Salah satu capaiannta, dengan melakukan merger Bank BUMN yang. kala itu menjadi Bank Mandiri. Menurutnya BUMN memiliki peran sangat penting terhadap perekonomian. Sehingga mampu membantu Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bergeliat. “BRI punya portofolio membantu UMKM,” paparnya.

Selepas talkshow webinar, dilanjutkan acara BUMN Brand Award 2020 yang merupakan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan BUMN. BUMN Brand Award 2020 merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan BUMN. Acara kali ini adalah tahun kedua. Tahun pertama diselenggarakan pada tahun 2019 dengan menghadirkan Sekretaris Kementerian BUMN yang menyampaikan insight-nya kepada seluruh pimpinan BUMN yang hadir saat itu.

Dalam BUMN Brand Award 2020, perusahaan-perusahaan BUMN akan dilihat dari 4 indikator. Ada indikator market dominance, brand strength, customer satisfaction dan social economy. Dalam market dominance yang akan dilihat adalah jumlah penggunaan produk dan jasa perusahaan BUMN yang disurvei. Adapun brand strength menyangkut jumlah responden yang mengetahui keberadaan brand.

Selain itu, Iconomics juga melihat aspek customer satisfaction yang dilihat dari penilaian responden terhadap kualitas layanan brand perusahaan-perusahaan BUMN. Aspek lainnya yang dilihat mengenai persepsi responden perusahaan BUMN dalam berkontribusi sosial dan ekonomi.

Menurut Research Director Iconomics Alex Mulya, survei dilakukan kepada tiga segmen milenial. Ketiga segmen milenial tersebut meliputi early, mid-term dan late dengan mengelompokkan berdasarkan segmen pendapatan, yakni rendah, menengah dan atas.

Berikut 47 Perusahaan Pelat Merah yang meraih BUMN Brand Award 2020:

1 PT Jasa Raharja
2 PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Persero)
3 PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero)
4 PT BNI Life Insurance
5 PT Taspen (Persero)
6 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
7 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
8 PT Kimia Farma Tbk
9 PT Bio Farma (Persero)
10 PT Pindad (Persero)
11 PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)
12 PT Pegadaian (Persero)
13 PT Permodalan  Nasional Madani (Persero)
14 PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)
15 PT POS Indonesia (Persero)
16 Perum Perhutani
17 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
18 PT Waskita Karya  (Persero) Tbk
19 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
20 PT Hutama Karya (Persero)
21 PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
22 PT Pertamina (Persero)
23 PT Pertamina Lubricants
24 PT Aneka Tambang Tbk
25 PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
26 PT Angkasa Pura II (Persero)
27 PT Angkasa Pura I (Persero)
28 PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)
29 PT Pelabuhan Indonesia I(Persero)
30 PT Pelabuhan Indonesia III(Persero)
31 PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
32 PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel)
33 PT Jasa Marga (Persero) Tbk
34 Perum Bulog
35 PT Indonesia Power
36 PT Pembangkit Jawa Bali
37 PT Jaminan Kredit Indonesia
38 PT Perikanan Nusantara (Persero)
39 PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
40 Perum Perumnas
41 PT Pupuk Indonesia (Persero)
42 PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)
43 PT Danareksa (Persero)
44 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
45 PT Kereta Api Indonesia (Persero)
46 PT Garuda Indonesia Tbk
47 PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

34 mins ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

42 mins ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

59 mins ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

1 hour ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

4 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

4 hours ago