Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 18 November 2025 ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke level 8.361,92 atau turun 0,65 persen dari level 8.416,88.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 418 saham terkoreksi, 230 saham menguat, dan 162 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 40,99 miliar saham diperdagangkan dengan 2,52 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp19,72 triliun.
Lebih lanjut, mayoritas indeks dalam negeri juga bergerak melemah. Rinciannya, IDX30 turun 1,00 persen menjadi 440,24, Sri-Kehati terkoreksi 0,79 persen menjadi 381,70, LQ45 melemah 0,76 persen ke 843,51, dan JII turun 0,77 persen menjadi 570,60.
Baca juga: Begini Proyeksi Arah Saham BRRC Usai Umumkan Aksi Korporasi
Lalu, hampir seluruh sektor juga ditutup merah, dengan sektor energi anjlok 2,22 persen, sektor siklikal (-1,61 persen), sektor bahan baku (-1,32 persen), sektor industrial (-1,12 persen), dan sektor transportasi (-0,78 persen).
Selanjutnya, sektor teknologi (-0,65 persen), sektor kesehatan (-0,60 persen), sektor infrastruktur (-0,36 persen), sektor non-siklikal (-0,33 persen), dan sektor keuangan (-0,21 persen).
Sedangkan hanya sektor properti yang mengalami penguatan 2,40 persen, ditopang oleh harga saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang naik 0,57 persen.
Baca juga: OJK: Free Float Saham Bakal Dinaikkan Bertahap Jadi 25 Persen
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN).
Sedangkan saham top losers adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (SHIP), PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More